Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Senin, 1 April 2019, 11:47 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Adalah suatu hal yang nggak direncanakan sebelumnya ketika kami menyambangi Pantai Bugel pada Sabtu (14/9/2018) silam.

 

Oleh sebab rumahnya Rini nggak mempertontonkan tanda-tanda kehidupan , kami pun berlalu mencari pit stop lain. Di Jl. Raya Daendels, sekitar 8 km dari rumahnya Rini, ketemulah papan hijau DISHUBKOMINFO yang mencantumkan nama Pantai Bugel.

 

Didorong rasa penasaran, sepeda motor pun dibelokkan ke cabang jalan Pantai Bugel. Buatku, ini adalah kunjungan pertama ke Pantai Bugel. Sedangkan buat Dwi, ini adalah kunjungan pertamanya ke pantai di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

 

Kebangetan banget ya sang istri terlucyu belum pernah menyambangi pantai di Kulon Progo? Padahal sudah banyak pantai di pelosok Gunungkidul yang dia sambangi.

 

jalan aspal mulus menuju pantai bugel kulon progo

 

Cabang jalan yang kami lewati beraspal mulus dan terbentang lurus. Ladang-ladang warga yang ditanami deretan pohon cabai dan pohon kelapa terhampar di kanan dan kiri jalan.

 

Berhubung September masih masuk musim kemarau, alhasil semak-semak dan rerumputan di sepanjang jalan menguning kering. Gersangnya pemandangannya membuat suasana seolah-olah bukan di Yogyakarta. #lebay

 

pohon kelapa di sepanjang jalan menuju pantai bugel kulon progo

 

Amat sangat menggiurkan sekali memacu kencang sepeda motor melewati jalan aspal nan mulus itu. Kontur jalan yang sesekali bergelombang menambah pacu adrenalin layaknya menaiki wahana roller coaster.

 

Pas sedang asyik-asyiknya melaju kencang, tiba-tiba kami dibuat kaget,

 

“Masya Allah! Jalannya kok hancur kayak begini!?”

 

Laju sepeda motor pun dipelankan. Takut ada kenapa-kenapa dengan ban depan yang sudah waktunya diganti.

 

Benar-benar mengecewakan! Jalan ke Pantai Bugel belum 100% beraspal mulus! Di sekitar pertigaan jalannya berwujud tanah berbatu karang! Bubar sudah sensasi ngebut dengan sepeda motor. #eh

 

jalan rusak menuju pantai bugel kulon progo

 

Omong-omong, yang disebut sebagai pertigaan itu sebetulnya bisa disebut perempatan dengan satu cabang jalan kecil. Dari cabang jalan kecil yang melewati samping rumah warga itu sebetulnya juga sudah terlihat hamparan pasir dan Samudra Hindia.

 

Tapi, karena cabang jalan kecil itu susah untuk dilewati sepeda motor (berpasir tebal), jadinya kami menghampiri bangunan besar yang terlihat dari kejauhan. Mungkin di sana itu tempat parkir resminya Pantai Bugel, sesuai dengan simbol panah dan teks “TPI” (Tempat Pelelangan Ikan) yang tertoreh di tiang listrik.

 

papan nama pantai bugel kulon progo

 

Setelahnya, sepeda motor pun terparkir aman di samping toilet umum. Ada dua orang bapak paruh baya yang berjaga di depan toilet.

 

Hal yang cukup mencengangkan adalah pada sore hari itu kawasan Pantai Bugel SEPI BANGET! Hanya ada 6 manusia yang berada sana, yaitu:

 

  • aku,
  • Dwi,
  • dua bapak paruh baya di depan toilet,
  • sepasang muda-mudi yang sedang kasmaran.

 

Warung-warung penjual jajanan tutup. Tempat pelelangan ikan sudah jelas tutupnya. Padahal ini hari Sabtu yang merupakan hari liburnya para ASN/PNS. Jam juga masih menunjukkan pukul setengah empat sore.

 

Alhasil, Pantai Bugel ini terkesan sebagai pantai yang terbengkalai....

 

cemara pantai di kawasan pantai bugel kulon progo

 

Tapi ada untungnya juga sih Pantai Bugel sepi. Karena pantainya sepi, kami jadi bisa menggelar sesi pemotretan tanpa perlu khawatir “bocor” orang.

 

foto menarik di Pantai Bugel pada waktu itu adalah batang pohon cemara pantai yang tumbang tergeletak di bibir pantai. Cabang-cabang batang pohon yang berukuran lumayan besar cukup kokoh menopang bobot sang istri yang nggak sabar ingin difoto sambil berdiri di atasnya.

 

Hal yang bikin agak deg-degan adalah ketika datang ombak besar. Untung ombak besarnya nggak terlalu ganas sehingga membuat kamera harus diopname di Pak Tumijo.

 

wanita memanjat bangkai pohon di pantai bugel kulon progo

wanita berdiri di bangkai pohon pantai bugel kulon progo

wanita duduk di bangkai pohon pantai bugel kulon progo

 

Entah apa yang membuat Pantai Bugel sepi pengunjung. Mungkin memang pantai ini cuma kurang promosi. Mungkin pula orang-orang lebih terbiasa berkunjung ke pantai-pantai di pesisir Bantul dikarenakan jaraknya yang relatif dengan Kota Jogja. Toh, wujud pantai di Kulon Progo itu 11-12 dengan pantai di Bantul.

 

Tapi yang jelas, dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Bantul, buatku Pantai Bugel lebih menarik sebagai tempat pemotretan. Tempatnya sepi dan ada objek menarik bangkai pohon di tengah pasir itu.

 

Mungkin bangkai pohon itu bisa terus dipertahankan di lokasinya sebagai daya tarik?

 

pemandangan suasana sepi hamparan pasir pantai bugel kulon progo

wisatawan bermain pasir di pantai bugel kulon progo

perahu nelayan bersandar di pantai bugel kulon progo

 

Hayooo, pasti ada Pembaca yang belum pernah main ke Pantai Bugel.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!