Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 23 Oktober 2014, 07:09 WIB

Setelah sekian bulan lamanya vakum bersepeda bareng, akhirnya pada hari Minggu (12/10/2014) bulan Oktober ini kami bisa ngumpul bersepeda bareng lagi. Oh yeah!

 

Rombongan terdiri dari Paklik Turtlix, Pakdhe Timin, Paris, Rizka, dan kawan baru bernama Jheje seorang barista belia. Semoga dirimu nggak kapok ikut kami bersepeda ya mbak Jhe, hehehe.

 

warga jogja bersepeda santai di hari minggu pagi di seputar titik 0 kilometer
Peserta sepeda gembira dari kiri ke kanan: Paklik Turtlix, Paris, Rizka, Jheje, dan Pakdhe Timin.

 

Pagi hari ini, rencananya kami mau bersepeda ke arah Bantul. Tepatnya menuju Dusun Mangir di Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

 

Dusun Mangir berjarak sekitar 20 km di barat daya Kota Jogja dan bertetangga dengan Kali Progo. Kalau bingung, Pembaca bisa melihat peta di bawah ini.

 

peta arah menuju dusun mangir, pajangan, bantul

 

Bersepeda Blusukan di Pajangan

Berangkat dari titik kumpul sejuta umat di 0 km pada pukul 07.10 WIB, kami memilih rute bersepeda "blewah" alias blusukan mepet sawah . Kami mengarah ke PG Madukismo dan bablas terus ke selatan sampai tembus di Desa Wisata Kasongan.

 

Dari Desa Wisata Kasongan kami mengambil jalan kecil ke selatan yang tembusnya nanti di perempatan Pajangan. Di sana patung besar Pak Soeharto tegap menanti di pinggir perempatan.

 

patung presiden soeharto yang ada di perempatan pajangan, bantul, yogyakarta
Ternyata selama ini Pak Harto jadi penunggu perempatan...

 

Nah, di sini kami berhenti sejenak supaya Paklik Turtlix bisa memberi tindakan darurat pada cranck sepeda lipat Jheje yang mendadak lepas di tengah jalan #doh. Bautnya kendor rupanya.

 

Setelah urusan cranck beres, perjalanan tetap berlanjut ke arah selatan. Tahu-tahu, njedul-lah kami di Jl. Raya Pandak – Srandakan. #kebablasan

 

Oleh sebab sudah kebablasan, kami pun berbalik ke utara. Selanjutnya, bergerak ke barat mendekati Kali Progo.

 

bersepeda menyebrang jalan raya srandakan menuju dusun mangir di bantul
Nyeberang Jl. Raya Pandak - Srandakan yang lumayan rame sama truk.

 

Di pinggir Kali Progo, kami sempat berfoto-foto ria. Lokasi foto-foto berdekatan dengan area penambangan pasir. Menurutku ini lokasi yang fotogenik.

 

Sayang, kami singgah di waktu yang kurang tepat. Matahari bersinar sangat terik di bulan Oktober yang SUPER HOT. #lebay

 

para pesepeda jogja berpose di pinggir kali progo
Ini pose spontan pas lihat ada truk pasir lewat dengan tulisan... ah sudahlah...

 

Nah, dari pinggir Kali Progo ini bergerak ke utara sedikit sudah masuk wilayah Dusun Mangir Kidul. Sampai deh! Kami tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB.

 

Oh ya, Dusun Mangir ini terbagi dalam tiga wilayah 

 

  • Mangir Kidul (selatan),
  • Mangir Tengah, dan
  • Mangir Lor (utara). 

 

Kisah Wanabaya si Pembangkang 

Dusun Mangir yang kami sambangi ini identik dengan seorang tokoh bersejarah yang cukup tersohor dan sempat membuat geram raja Jawa. Siapa lagi kalau bukan Ki Ageng Mangir Wanabaya.

 

Eh, siapa pula itu Ki Ageng Mangir Wanabaya?

Pembaca tahu nggak? 

 

Untuk menjelaskan tentang siapa itu Ki Ageng Mangir Wanabaya, sepertinya perlu sedikit mengulas sejarah Kerajaan Mataram Islam. Jarang-jarang lho blog Maw Mblusuk? ini membahas sejarah.

 

Desa Mangir sudah ada sejak zaman dahulu (sekitar tahun 1590-an), pada saat Kesultanan Yogyakarta masih utuh bernama Kerajaan Mataram Islam. Pada waktu itu, Desa Mangir menyandang status sebagai perdikan.

 

Status perdikan yang disandang Desa Mangir membuatnya istimewa. Desa Mangir dibebaskan dari kewajiban menyetor pajak ke kerajaan. Sayang, pada pelaksanaannya status perdikan ini membuat Desa Mangir tak ubahnya negara kecil. Desa ini memiliki sistem pemerintahan sendiri dan lambat laun mulai "membandel" pada kekuasan Kerajaan Mataram.

 

Ki Ageng Mangir adalah gelar yang diberikan kepada pemimpin Desa Mangir. Dalam cerita sejarah, Wanabaya adalah salah satu Ki Ageng Mangir yang lumayan terkenal. Untuk selanjutnya, Wanabaya ini aku sebut sebagai Ki Ageng Mangir Wanabaya.

 

Pada masa pemerintahan Ki Ageng Mangir Wanabaya, hubungan Desa Mangir dengan Kerajaan Mataram sangat tidak harmonis. Ki Ageng Mangir Wanabaya kerap membuat geram Raja Mataram, yaitu Panembahan Senopati. Puncaknya, Ki Ageng Mangir Wanabaya menyatakan tidak bersedia tunduk kepada Kerajaan Mataram! Nah lho!

 

Seiring berjalannya waktu, aksi pemberontakan Ki Ageng Mangir Wanabaya mulai menular ke demang-demang penguasa wilayah di sekitar Desa Mangir. Kerajaan Mataram menganggap hal ini sebagai sesuatu yang meresahkan. Apabila dibiarkan, bisa-bisa kekuasaan Kerajaan Mataram di wilayah selatan Jawa musnah. 

 

Untuk mengatasi permasalahan ini, Panembahan Senopati mengutus putrinya yang bernama Rara Pembayun untuk menyusup ke Desa Mangir. Rara Pembayun diberi tugas merayu Ki Ageng Mangir Wanabaya supaya menikahinya.

 

Singkat cerita, Rara Pembayun dan Ki Ageng Mangir Wanabaya menikah. Sebagai lazimnya orang Jawa, mau tidak mau Ki Ageng Mangir Wanabaya juga ikut menghadap ke Keraton Kerajaan Mataram untuk sowan kepada Panembahan Senopati yang kini menjadi ayah mertuanya. 

 

Nah, pada saat Ki Ageng Mangir Wanabaya hendak bersimpuh di kaki Panembahan Senopati terjadilah hal yang tidak ia duga. Oleh Panembahan Senopati, kepala Ki Ageng Mangir Wanabaya dihantamkan sekeras-kerasnya ke batu singgasana. Tamatlah nyawa pemimpin Desa Mangir itu.

 

Karena berstatus sebagai menantu Panembahan Senopati, maka jasad Ki Ageng Mangir Wanabaya dikebumikan di makam-makam Raja Mataram di Kotagede. Tapi, berhubung Ki Ageng Mangir Wanabaya juga berstatus sebagai musuh Panembahan Senopati, maka hanya setengah makamnya yang berada di dalam tembok makam raja-raja. Jadi, nisan Ki Ageng Mangir Wanabaya itu seperti terbelah dua oleh tembok. 

 

Sekadar informasi, ada beberapa orang yang meyakini bahwa makam Ki Ageng Mangir Wanabaya yang sesungguhnya itu berada di daerah Godean, Sleman.

    

Di luar sana memang ada banyak sekali versi kisah dari Ki Ageng Mangir Wanabaya. Baik yang berasal dari Babad Mangir maupun dari teori-teori spekulatif lainnya.

 

Terserah Pembaca deh mau percaya versi cerita Ki Ageng Mangir Wanabaya yang mana. Yang jelas, akhir kisahnya selalu sama: 

 

Ki Ageng Mangir Wanabaya is death sebagai menantu sekaligus musuh Raja Mataram, Panembahan Senopati.

 

Referensi kisah Ki Ageng Mangir Wanabaya:

 

  1. Kisah Tragis Percintaan Ki Ageng Mangir
  2. Ki Ageng Mangir, Jejak Gelap Pengislaman Perdikan Mangir
  3. Ki Ageng Mangir bukan Dibunuh oleh Panembahan Senopati

 

Napak Tilas Perdikan Mangir

Daripada pusing-pusing memikirkan versi kisah Ki Ageng Mangir, lebih baik langsung saja menyambangi lokasi bekas Perdikan Mangir! Apa masih ada ya jejak para pembangkang di sini? 

 

Sebetulnya, di sini sudah terpampang peta wisata yang mencantumkan lokasi-lokasi peninggalan Perdikan Mangir. Sayangnya, peta ini kurang dapat dipercaya, hahaha.

 

Oleh sebab itu, kiranya sangat perlu diterjunkan pasukan mahasiswa KKN jilid 2 ke Dusun Mangir untuk membuat peta yang lebih valid. Kalau bisa, dibuat panduan sejarahnya juga.

 

peta wisata sejarah desa mangir
Aku aja bingung posisiku sekarang ada di mana?

 

Berbekal ramah-tamah dengan warga desa, akhirnya kami tiba di peninggalan Perdikan Mangir yang pertama yaitu Watu Gilang. Batu ini konon dahulunya adalah singgasana alias alas duduk Ki Ageng Mangir. Tapi, menurutku batu ini juga menyerupai pondasi tiang kayu suatu bangunan. Mungkin bangunan Keraton Mangir?

 

Watu Gilang ini terletak di pinggir pohon randu besar yang besarnya masih kalah besar dari pohon randu di Pleret. Lapisan plastik mengelilingi Watu Gilang, menjaganya agar tidak keropos dihantam badai. #lebay 

 

watu gilang desa mangir tempat singgasana ki ageng mangir
Batu besar yang permukaannya rata ini disebut Watu Gilang.

 

pohon randu raksasa yang tumbuh di desa mangir, pajangan, bantul
Lokasi Watu Gilang yang dinaungi pohon randu raksasa.

 

sejumlah peninggalan purbakala yang bisa dijumpai di dusun mangir, pajangan, yogyakarta
Jejak peninggalan lain masih tersebar di sana-sini.

 

Selepas menyaksikan wujud Watu Gilang, terjadilah perdebatan kecil di antara kami.

 

“Foto yang di internet kayaknya bukan ini deh?” Paklik Turtlix kebingungan.

 

“Yang di internet itu bentuknya mirip pura,” sambung Pakdhe Timin.

 

Didorong oleh rasa janggal antara dunia maya dan dunia nyata #hadeh, kami pun bertanya lagi ke warga perihal keberadaan bangunan yang mirip pura itu. Alhamdulillah, didapat petunjuk. Katanya, bangunan pura itu bertetangga dengan watu gilang ini. Tapi, untuk ke sana harus memutar karena jalan yang tembus langsung nggak ada. #hadeh

 

gapura masuk situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Sedulur padepokan Ki Ageng Sekarjagad berkunjung ke padepokan Ki Ageng Mangir.

 

Nggak sampai 5 menit kami sudah tiba di peninggalan Perdikan Mangir yang kedua. Bangunan ini bernama Petilasan Ki Ageng Mangir Wanabaya.

 

Menurut informasi di blog-nya Pakdhe Aroengbinang, petilasan ini mulai didirikan pada tahun 1980-an oleh Pak Suwandoyo, seorang warga setempat. Beliau mendirikan bangunan ini setelah mendapat wangsit mimpi dari Ki Ageng Mangir Wanabaya.

 

pura hindu yang ada di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Ini sepertinya bangunan baru yang dirancang sebagai tempat ibadah umat Hindu.

 

mangkuk dupa hio di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Kalau lihat hio jadi ingat sama Mbah Gundul.

 

sesaji khas bali di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Weh! Ada sesajinya juga lho!

 

Sekilas, bentuk petilasan ini menyerupai pura Bali. Sejumlah peninggalan Perdikan Mangir yang bercirikan Hindu juga dikumpulkan di tempat ini. Misalnya, arca lingga-yoni dan arca yang tak berbentuk.

 

Buatku, objek-objek di petilasan ini bener-bener menarik untuk difoto secara detil. Ah, coba waktu itu aku membawa lensa prime 35mm.

 

arca lingga-yoni dari batu andesit yang ada di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Lingga-yoni yang sudah dimakan usia.

 

arca lingga-yoni emas raksasa yang ada di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Ada juga lingga-yoni raksasa yang dicat emas. #wow

 

arca dewa hindu yang ada di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Arca yang sudah tidak berbentuk. Mungkin ini arca Agastya?

 

arca nandi kecil yang ada di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo
Ada arca Nandi juga. Yang kurang arca Ganesha ada di mana ya?

 

Dari peninggalan-peninggalan bersejarah yang tersebar di Dusun Mangir, menurutku dahulunya tempat ini kental dengan peradaban yang bercirikan Hindu. Ada sumber yang menyebutkan bahwa status perdikan yang disandang Dusun Mangir diberikan pada masa Kerajaan Majapahit berkuasa.

 

Entah bagaimana prosesnya, peradaban bercirikan Hindu di Dusun Mangir sekarang lenyap. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan "kebijakan" yang ditetapkan Panembahan Senopati, ketika kekuasaan Kesultanan Mataram Islam merambah pesisir selatan Jawa. 

 

Ah, mungkin Dusun Mangir masih menyimpan banyak peninggalan Hindu yang menanti untuk ditemukan. Siapa tahu, ada reruntuhan candi di sini, hahaha. #ngarep

 

berfoto bersama di situs petilasan ki ageng mangir wonoboyo, pajangan, bantul, yogyakarta
Mejeng foto bareng dulu yes?

 

Pembaca apa masih ingat sejarah kerajaan-kerajaan nusantara yang dulu pernah diajarkan di sekolah ya? Kalau misalnya lupa, boleh lho dicoba main ke situs-situs bersejarah seperti ini!


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • FITRI
    avatar komentator ke-0
    FITRI #Selasa, 22 Mei 2018, 04:25 WIB
    Baru baca ini postingan.
    Btw, sekitar 13-an tahun lalu bapak saya menemukan arca Ganesha sewaktu pembuatan Jembatan Progo.
    Mungkin itu arca dari kerajaan Mangir?
    Ya, bisa jadi itu sisa-sisa peninggalan dari Kerajaan Mangir.
  • ANGGER SETA ADI
    avatar komentator ke-1
    ANGGER SETA ADI #Selasa, 30 Jan 2018, 18:32 WIB
    Mas kalo mau ikut mblusuk gimana caranya ya? Adakah CP yang bisa dihubungi? Nuwun.
    Wah, blusukannya itu serba dadakan je, nggak ada jadwal tetapnya. Paling ya menghubungi saya, tapi kalau kebetulan saya nggak ikutan ya mbuh. :D
  • ANTONIUS SUPARJO
    avatar komentator ke-2
    ANTONIUS SUPARJO #Minggu, 22 Mei 2016, 14:04 WIB
    Kasultanan Yogyakarata tidak sama dengan (bukan) Kasultanan Mataram. Benar bahwa Kasultanan Mataram memang cikal bakal kelahiran Kasultanan Yogyakarta.
    Betul itu.
  • DENMAZDENY
    avatar komentator ke-3
    DENMAZDENY #Selasa, 3 Nov 2015, 13:43 WIB
    desane mirip sama desaku_mangir juga_tepatnya berada di daerah kepanken, malang, jawa timur_
    Berarti masih ada kerabat dengan Mangir yang di Jogja sini. Tahu sejarahnya nggak?
  • IMAM MUSLIH
    avatar komentator ke-4
    IMAM MUSLIH #Minggu, 21 Jun 2015, 15:13 WIB
    Terima kasih banyak mas, mbak sudah menyempatkan berkunjung di dusun kami Mangir dan terima kasih pula atas saran dan masukan. Itu akan sangat membantu bagi pengembangan dusun kami yang sekarang seluruh warga Mangir yang berjuang untuk membangun Mangir menjadi desa wisata. Mohon doanya teman agar secepatnya terlaksana. Aamiiin.
    Waaah, dapat kunjungan dari warga Mangir. :D
    Semoga Dusun Mangir semakin maju lagi ke depannya. Semakin sejahtera dan bahagia warganya.
  • MURWANI
    avatar komentator ke-5
    MURWANI #Jumat, 13 Feb 2015, 20:11 WIB
    woo.patung pak Harto Tho..? saya kira Jend.Sudirman.soalnya lihatnya hanya sepintasan,waktu ke Bu Dirjo beli Batik
    Lha itu kan sudah gayanya Pak Harto Bu?
  • PAKDHETIMIN
    avatar komentator ke-6
    PAKDHETIMIN #Selasa, 25 Nov 2014, 00:08 WIB
    lumayan disini fotoku keren kayak orangnya :D
    mestine rupamu tak blawur Dhe...
  • GIZI IBU HAMIL
    avatar komentator ke-7
    GIZI IBU HAMIL #Selasa, 11 Nov 2014, 12:19 WIB
    wah pencinta gowes juga ni gan :D
    Oh jelas dong :D
  • FANNY FRISTHIKA NILA
    avatar komentator ke-8
    FANNY FRISTHIKA NILA #Sabtu, 1 Nov 2014, 23:03 WIB
    aku suka sejarah...kalo ke tempat2 begini, suka ngayal mas, seandainya ya bisa balik ke jamana dulu, pgnnnn bgt liat suasananya dulu itu gmn.. selalu bikin penasaran sejarah itu..apalagi yg kabarnya simpang siur :)
    Saya juga penasaran sama kondisi di masa lalunya itu mbak. Coba ada mesin waktunya Doraemon yah? Hahaha :D
  • ZIPPY
    avatar komentator ke-9
    ZIPPY #Selasa, 28 Okt 2014, 20:01 WIB
    Wih...asik banget ya blusukannya.
    Pake sepeda lagi.
    Belum lagi rame2, pasti seru banget :D
    Lha iyo seru dong. Having fun kalau rame mesti lebih seru daripada pas sendirian.
  • IDAH CERIS
    avatar komentator ke-10
    IDAH CERIS #Selasa, 28 Okt 2014, 15:48 WIB
    Asyik banget lihat ekspresi teman2 pada putar balik gitu. xixixi

    Baru tahu dengan nama watu gilang. Nambah pengetahuan, Mas. :)
    Lha emang di Banjarnegara nggak ada kosakata \"gilang\" po mbak?
  • HILDA IKKA
    avatar komentator ke-11
    HILDA IKKA #Senin, 27 Okt 2014, 18:34 WIB
    Hmm... kalo di Surabaya palingan napaktilas ke makam ato museum gitu hihi
    Itu Patung Pak Harto kayaknya posisinya agak gimanaaaa gitu. Kurang ngeksis :D
    Iya ya, di Surabaya nggak ada desa ya mbak? Paling Sidoarjo tapi ya isinya pabrik semua?

    Lha mestinya patung Pak Harto mesti bergaya 4l4y getoh? :D
  • EM
    avatar komentator ke-12
    EM #Senin, 27 Okt 2014, 17:36 WIB
    Petanya ngebantu Wij (njempol)
    Ngebantu opo maksudmu eM?
  • RAHMA
    avatar komentator ke-13
    RAHMA #Senin, 27 Okt 2014, 16:02 WIB
    wah keren blusukannya mas... pada pasangan ya :)
    Pasangan sama sepedanya masing-masing kan? :D
  • CUMILEBAY.COM
    avatar komentator ke-14
    CUMILEBAY.COM #Senin, 27 Okt 2014, 11:56 WIB
    Hahahaha sumpah ngakak pak harto penunggu perempatan :-0
    Semoga Pak Harto tenang di alam sana, amin... :D
  • 21INCHS
    avatar komentator ke-15
    21INCHS #Senin, 27 Okt 2014, 11:30 WIB
    lha terus statuse Rara Pambayun dadi janda kembang ya pak?
    Lha iya nu. Dia akhirnya cinta mati sama Ki Ageng Mangir Wanabaya. Trus minggat dari Keraton.
  • @NABILADUNG
    avatar komentator ke-16
    @NABILADUNG #Senin, 27 Okt 2014, 09:34 WIB
    Asik yah sepedaan gitu. wisata sejarahnya menarik tapi kejam juga yah di hantamin gitu
    Sejarah memang kejam mbak, isinya bunuh-bunuhan semua.
  • NBSUSANTO
    avatar komentator ke-17
    NBSUSANTO #Minggu, 26 Okt 2014, 23:52 WIB
    wah cerak nggonku mas.. nggonku mangiran srandakan, mepet progo juga.. yo ada
    sedikit sangkut paut e sama mangir sih.. katanya ada bagian yang hanyut kebawa arus
    progo sampe ke dusunku itu dari dusun mangir, makanya namanya mangiran.. tapi
    asline gimana yo embuh mas.. maklum legenda.. yang jelas nek bangunan bersejarah e
    mangir malah aku belum pernah kesana.. suk ah.. :D
    Nek Mangiran Srandakan kae jare pecahan seko dusun Mangir Pajangan. Mbuh opo mbiyen kae piye sejarah e aq yo ora dong.
  • RIZKA
    avatar komentator ke-18
    RIZKA #Minggu, 26 Okt 2014, 10:29 WIB
    itu tulisan di truk nya apa ya? jadi penasaran banget..
    kasih tau ga eaaaa? :p
  • SAMIN
    avatar komentator ke-19
    SAMIN #Sabtu, 25 Okt 2014, 13:57 WIB
    gayengnya bersepeda karena bareng bareng haha
    Kalau rute desa-desa jalan datar gini okelah ngajak-ngajak yg lain. Kan bukan tergolong rute jahanam, hahaha. :D
  • AKBAR
    avatar komentator ke-20
    AKBAR #Jumat, 24 Okt 2014, 16:56 WIB
    wahhh memang jogja kerennn
    Di Medan ada juga yang kayak gini ga Bro?
  • TURTLIX
    avatar komentator ke-21
    TURTLIX #Jumat, 24 Okt 2014, 14:35 WIB
    Atas guwe kecian bingiits \"Matilda RIP\" hahaha... Coba dulu dikirim ke Jogja :p
    Asik walaupun super HOT, dah lama nggak \"berburu\" sejarah seperti ini :)

    NB: crank not cranck
    Weks... koreksi ini... maklum muridnya Baba Arab jadi sering typo >.<
  • ADIE RIYANTO
    avatar komentator ke-22
    ADIE RIYANTO #Jumat, 24 Okt 2014, 14:14 WIB
    Baru tau aku, cerita dongeng sebelum tidurku dulu, Ki Ageng Mangir ini ternyata eksis beneran di dunia nyata. Kayaknya bukunya Pramudya Ananta Toer ada juga yang judulnya Mangir. :)
    Ho oh, Pakdhe Pram memang pernah nulis buku judulnya Mangir dan kebetulan aku punya. Tapi isi bukunya itu semacam teks drama. Tapi ya masih ada sangkut-pautnya sama cerita perdikan Mangir ini. Lebih menekankan ke intrik politiknya menurutku ketimbang referensi sejarahnya.
  • MATILDA_RIP
    avatar komentator ke-23
    MATILDA_RIP #Jumat, 24 Okt 2014, 11:51 WIB
    @paris emang ente kaga ngikut pas ke gunung kelir dulu?
    Jaman dulu dia belum gaul sama kita-kita Bro
  • PARIS
    avatar komentator ke-24
    PARIS #Jumat, 24 Okt 2014, 09:25 WIB
    Le diagendakan, tentang amangkurat 1 dan \"rombongan\" di gunung kelir... jek penasaran
    Nek dirimu mesti berangkat malam-malam supaya lebih seru agendanya...
  • DITTER
    avatar komentator ke-25
    DITTER #Jumat, 24 Okt 2014, 08:22 WIB
    Wiih... sejarahnya menarik... walaupun agak kejem, ya.... Aku baru tau...

    Btw, itu ada yg pake sepeda kecil gitu. Apa gak pegel-pegel banget tuh abis sepeda jauh....
    Dunia dari dulu emang kejam Bro. Bunuh-bunuhan gitu hal yang biasa, hahaha.

    Nyepeda kecil gitu nggak pegel Bro. Aku kan juga punya sepeda lipat. Apalagi ini medannya jalan datar.
  • TAHTA LAKSANA DEWANATA
    avatar komentator ke-26
    TAHTA LAKSANA DEWANATA #Kamis, 23 Okt 2014, 13:56 WIB
    waah. sampean wisata sejarah yo.
    bkeren banget mas. /b
    Yogya masih bersahabat dengan pesepeda ya mas ?
    yoi Bro! Wisata sejarah ini, biar jadi orang nggak bodoh-bodoh banget, hahaha :D

    Kalau di desa-desa gini masih bersahabat kok Bro. Apalagi kalau pagi dan di hari libur kan lumayan sepi. Cocok buat nyepeda.
  • JHEJE
    avatar komentator ke-27
    JHEJE #Kamis, 23 Okt 2014, 09:41 WIB
    barista muda belia...... kok rodok ngakak ya
    lha piye? urung pantes diundang \"tuwo mambu lemah\" toh? :D