Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Selasa, 23 September 2014, 11:47 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Jam menunjukkan pukul 08.21 WIB saat aku tiba di Kecamatan Panggang pada hari Minggu (8/6/2014) usai bersepeda melintasi Tanjakan Siluk. Berhubung hari memang masih terlalu pagi untuk balik pulang ke Jogja , aku memutuskan untuk keliling-keliling "sebentar" di sekitar Kecamatan Panggang guna mencari tahu apa-apa saja yang unik di daerah ini.  

 

Eh iya, buat Pembaca yang belum familiar dengan Kecamatan Panggang, aku mau cerita sedikit ya. Panggang itu adalah nama salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

 

Kecamatan Panggang letaknya berbatasan langsung dengan laut pantai selatan. Tapi karena itu, jangan malah membayangkan kalau di Panggang ada banyak pantai lho! Justru daripada pantai, malah lebih banyak jumlah telaganya.

 

Rute Tanjakan Siluk (Imogiri-Panggang) dan posisinya dari kota Jogja.
Lokasi Kecamatan Panggang.

 

Keberadaan telaga yang berjumlah puluhan di Kecamatan Panggang ini jelas menarik perhatianku. Gunungkidul dari dahulu terkenal sebagai wilayah yang rawan akan bencana kekeringan di musim kemarau. Oleh karenanya, keberadaan telaga-telaga ini jelas bermanfaat untuk menunjang kehidupan warga Panggang.

 

Aku penasaran, seperti apa sih rupa dari telaga-telaga itu?

Siapa tahu, di sana aku bakal berjumpa dengan para gadis yang sedang mandi. #eh

 

Telaga pertama yang aku sambangi adalah Telaga Gandu. Jaraknya cuma sekitar 20 meter dari Jl. Raya Utama Panggang. Seberangnya persis adalah KUA Panggang. Cocok lah, pasangan yang baru disahkan nikah lantas diceburkan ke telaga ini. #niat.jahat

 

Wujud penampakan Telaga Gandu yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul dekat dengan KUA pada zaman dulu Juni 2014
Telaga Gandu yang paling bagus.

 

Dari sejumlah telaga yang aku sambangi di hari Minggu itu, menurutku Telaga Gandu ini yang paling bagus penampilannya. Ah, coba di sekelilingnya ditumbuhi banyak pohon rindang dan tersedia bangku untuk duduk-duduk. Pasti makin menyenangkan menghabiskan sore di sini.

 

Sampah yang mencemari Telaga Gandu yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Masih ada sampah juga sih...

 

Sumur untuk memudahkan warga mengambil air dari Telaga Gandu yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Di setiap telaga umumnya dilengkapi sumur, biar gampang ngambil airnya.

 

Telaga kedua yang aku sambangi punya nama sedikit aneh, yaitu Telaga Dendengwelut. Apa dulu di sini tempat hidup belut yang dibuat dendeng ya?

 

Anyway, lokasi telaga ini bertolak belakang dengan Telaga Gandu. Dari kantor Kecamatan Panggang, ikuti saja jalan raya ke arah Wonosari sekitar 300 meter. Telaga ini berada persis di seberang turunan.

 

Wujud penampakan Telaga Dendengwelut yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Telaga Dendengwelut yang luas namun sebagian kering.

 

Dari penampakannya, telaga ini lebih luas dari Telaga Gandu. Namun, genangan airnya hanya sekitar 1/3 dari luasnya. Sepertinya, di puncak musim kemarau telaga ini bakal semakin surut. Maklum, telaga-telaga di Gunungkidul memang umumnya berupa telaga tadah hujan. Yaitu airnya berasal dari air hujan, bukan mata air.

 

Penampakan Telaga Dendengwelut di Kecamatan Panggang, Gunungkidul yang kering di musim kemarau pada zaman dulu Juni 2014
Bulan Juni saja sudah kering. Gimana nanti pas bulan September ya?

 

Warga mencuci tikar di Telaga Dendengwelut yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Buat masyarakat pedesaan, membersihkan segala sesuatu langsung di telaga sepertinya adalah hal yang umum ya?

 

Telaga terakhir yang aku kunjungi adalah Telaga Sumurwuni. Ini juga salah satu telaga yang punya nama aneh. Sumurwuni kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah sumur yang bersuara (muni). Entah kenapa dinamai demikian. Sepengamatanku di sini tidak ada sumur, yang ada malah pohon keramat. Kok ya akhirnya nemu tempat mistis juga? Hahaha.

 

Suasana warga yang memancing di Telaga Sumurwuni yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Telaga Sumurwuni yang jadi lokasi pemancingan umum.

 

Pohon keramat dan mistis yang tumbuh di dekat Telaga Sumurwuni yang ada di Kecamatan Panggang, Gunungkidul pada zaman dulu Juni 2014
Yang ini nggak perlu dijelaskan dengan kata-kata ya?

 

Begitulah tiga dari 22 telaga yang tersebar di Kecamatan Panggang. Selain sebagai sumber air, warga sekitar banyak memanfaatkan telaga ini sebagai lokasi mancing. Penasaran, ikan yang hidup di telaga-telaga itu seperti apa ya?

 

Apakah di sekitar tempat tinggal pembaca juga terdapat telaga seperti yang ada di Panggang ini? Enak kali ya punya rumah dekat telaga? Hahaha.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • SUMIDI
    avatar komentator ke-0
    SUMIDI #Sabtu, 28 Nov 2015, 00:16 WIB
    wah gandu memang jos.....apalagi aku memang lahirnya di desa panggang....bulan 5 2015 kemaren pulang pas lomba mancing mantep banget
    Wueh, mantap jaya pemancingan telaga gandu :D
  • HILDA IKKA
    avatar komentator ke-1
    HILDA IKKA #Minggu, 12 Okt 2014, 13:33 WIB
    Wah, Telaga Gandu bener-bener number one! Bagusss banget. Lebih bagus daripada
    Telaga Ngipik di Gresik yang dijadikan wisata lokal.
    Eh, coba Telaga Gandu bisa jadi tempat wisata juga, ya?
    Wisatanya yang paling mungkin saat ini paling ya pemancingan mbak. Sik sik, tak googling dulu telaga Ngipik
  • JAUHARI M
    avatar komentator ke-2
    JAUHARI M #Sabtu, 4 Okt 2014, 18:50 WIB
    koq ... banyak telaganya ya ... asli atau buatan ...
    penduduk disitu cocok kerja jadi copywriter di iklan kali ya ..
    kreatif kreatif kasih merek telaganya
    Masih ada belasan telaga lagi lho Om. Siapa tahu nama-namanya juga aneh2, hehehe.
  • DEPRIYANSYAH RAMADHAN
    avatar komentator ke-3
    DEPRIYANSYAH RAMADHAN #Selasa, 30 Sep 2014, 21:07 WIB
    Iya, paling keren itu telaga gandu! Ah nikmat kali ya ke telaga gandu ketika otak lagi gak punya ide, siapa tahu jadi sedikit me-refresh otak :D

    Btw, salam kenal ya mas :)
    Sya juga mikir kalau telaga ginian ada di kota besar, mungkin bisa jadi tempat warga melepas penat biar ga stress, hahaha. Salam kenal juga :)
  • WENING
    avatar komentator ke-4
    WENING #Kamis, 25 Sep 2014, 22:49 WIB
    Jadi ingat film The Lake House, rumahnya deket danau gituu :D
    tapi yang di lake house, danaunya ngga kering pas kemarau
  • MAS FEB
    avatar komentator ke-5
    MAS FEB #Kamis, 25 Sep 2014, 10:55 WIB
    Pengen nyemplung...
    Nyemplung? Paling cuma sebatas betis thok mas.
  • IDAH
    avatar komentator ke-6
    IDAH #Kamis, 25 Sep 2014, 06:24 WIB
    Saya malah baru tahu kalau Wuni sama dengan
    Muni. :D Ikan telaga itu enak. Enggak mancing
    dibsitu, Mas?
    Ah, itu arti \"Wuni\" cuma kira-kira saya saja. :p
    Kebetulan waktu itu nyepeda dan sedang dikejar waktu, jadinya nggak mancing mbak.
  • CAHYO
    avatar komentator ke-7
    CAHYO #Rabu, 24 Sep 2014, 20:39 WIB
    Hmm... emang wingit ketoke, lha itu ada bayangan org minum pake cangkir sambl bwa tripot
    waduh! dhemit e konangan... :D
  • FENNY
    avatar komentator ke-8
    FENNY #Rabu, 24 Sep 2014, 09:14 WIB
    itu telaga buatan semua ya berarti, pemandangannya lumayan bagus,, kalo paling deket
    dari sini ya cuma ada telaga lembah ugm,, wkwkwk
    dan tidak semua orang bisa masuk telaga yang di ugm itu...
  • NENI
    avatar komentator ke-9
    NENI #Rabu, 24 Sep 2014, 08:50 WIB
    Denger-denger di deketnya desa Temu Ireng - Panggang lagi dibangun telaga baru, mas. Katanya sih tempatnya bagus, tapi belum sempet kesana. Jauh sih :D
    Waow! Trims informasinya, kapan-kapan saya coba cek ke sana ya.
  • ANGKI
    avatar komentator ke-10
    ANGKI #Rabu, 24 Sep 2014, 05:27 WIB
    wah namanya unik-unik y mas Wijna. jawa banget hehe saya baru tau nama\"nya, wah
    sayang rumah temenku yg dipanggang bukan di dekat telaga gandu kalo dekat kan niat
    jahat bisa kita laksanakan tuh hehe
    hahaha, mungkin dirimu bisa nginep di rumah temenmu trus pagi2 dilanjut keliling telaga.