Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Minggu, 4 Januari 2015, 07:00 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Awalnya aku pikir acara di hari Sabtu pagi (25/10/2014) ini hanya sekadar “sesi latihan bersepeda biasa” berdua sama Mbah Gundul. Eh, ndilalah si Mbah malah ngajak-ajak yang lain. Ya sudah deh. Jadilah sepedaan kali ini mirip sama rombongan orang piknik. Maksudnya itu Piknik Edan Kelakuannya Orang Kurang-Kerjaan, yang kalau disingkat jadinya PEKOK2. #eh

 

Tujuan bersepeda kali ini adalah mencari Mata Air Bebeng yang konon lokasinya ada di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Mata air ini adalah sumber air bersih bagi warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Sayang, bencana erupsi di tahun 2010 silam membuat keberadaannya “lenyap”. Makanya itu, ayo Pembaca kita cari Mata Air Bebeng!

 

Berangkat Berdelapan dari Jogja

Jam 06.30 WIB sampailah aku di titik kumpul pertigaan flyover Janti. Di sana sudah ada Mbah Gundul, Rizka, Jheje, dan Saktya yang notabene partner in love-nya Rizka . Denmas Brindhil menyusul beberapa menit kemudian. Kami pun lantas bersepeda menyusuri Jl. Raya Jogja – Solo ke arah timur.

 

para pesepeda berkumpul di rodalink janti dengan agenda tujuan bersepeda mencari mata air bebeng di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Whoolaa... party member-nya ada cewek...

 

Di dekat Bandara Adisucipto, bergabunglah Om RD yang akrab aku kenal sebagai Om Warm. Si Om ini blogger kawakan dari jaman Bioskop 21 belum masuk Jogja! Wuiiih... akhirnya nasib mempertemukan kami di dunia nyata sekaligus di atas sadel sepeda. Wekekeke.

 

pesepeda sekaligus blogger kondang Yogyakarta bernama Om RD alias Om WaRM
Sepintas mirip kakak-adek nggak sih? #kelilipan

 

Rombongan pun genap berjumlah 8 orang dengan bergabungnya Pakdhe Timin di sekitar Kompleks AAU. Tanpa kelamaan njagong, kami pun lanjut bersepeda ke utara lewat Candi Sambisari sampai tembus di Kecamatan Ngemplak.

 

Di tengah-tengah perjalanan, kami sempat mampir di Embung Bimomartani yang sepertinya baru selesai dibangun. Kayaknya Jogja lagi seneng-senengnya bikin proyek embung deh. Pembaca sudah pernah ke embung-embung yang ada di Jogja belum ya? Tulis di kotak komentar dong! #maksa

 

para pesepeda berfoto bersama di Embung Bimomartani dalam perjalanan menuju Mata Air Bebeng di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Foto keluarga yang memakan korban sebuah... ah sudahlah... kalau diingat jadi sedih...

 

Sekitar pukul 09.00 WIB kami sampai di Pasar Bronggang yang terletak di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan. Kalau sudah sampai sini artinya setengah perjalanan sudah terlewati. Supaya para ladies punya tambahan stamina untuk menghadapi medan yang “sesungguhnya”, kami sarapan soto dulu.

 

Pergi ke Gunung Serasa Pergi ke Gurun

Setelah perut terisi, perjalanan pun berlanjut dengan menyebrang dam Kali Gendol. Dari sini kami mengambil cabang jalan ke arah utara yang mentok-mentoknya adalah lokasi Mata Air Bebeng. Padahal, di arah utara itu kan berdiri gagah Gunung Merapi. Pembaca tentu sudah bisa menebak kalau wujud medan ke sana itu adalah...

 

GURUN PASIR!

 

pesepeda bersepeda melibas medan jalan berdebu vulkanik menuju Mata Air Bebeng di Glagaharjo
Mau bersepeda di gurun sambil dikejar truk pasir? Di sini tempatnya...

 

Lha kok pasir? Lha emang jalannya nggak nanjak?

 

Jalannya ya nanjak sih. Tapi tanjakannya masih lebih mending dibanding lautan pasirnya! Ini jalan desa jadi mirip Gurun Sahara gini karena terlalu sering dilewatin sama truk-truk pasir! Suasana begini bikin aku terkenang masa-masa pas Jogja dapat kiriman debu dari Gunung Merapi dan Gunung Kelud. Klik aja tautan di bawah ini kalau Pembaca mau tau rasanya hidup di gurun pasir.

 

Gara-gara semakin lama debu pasirnya semakin nggak bisa ditolerir, kawan-kawan pun mencari celah di antara celah guna menyiasati jalan penderitaan ini. Ide “cerdas” pun bermunculan seperti misalnya bersepeda lewat got! Kapan lagi coba bisa bersepeda lewat got? Pembaca pasti juga belum pernah kan?

 

pesepeda bersepeda lewat saluran air demi menghindari debu vulkanik menuju Mata Air Bebeng di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Mumpung baru saja dibikin dan masih bersih, mari diperawani! XD #bahasa.mesum

 

Setelah melibas jalan laknat sejauh 3 km, muncul kabar gembira. Ternyata ada jalan alternatif yang mana lebih manusiawi dan pastinya bebas pasir. Kami pun ganti haluan lewat jalan itu dan berpapasan dengan sebuah sumur desa. Kalau lewat tempat-tempat "mistik" kayak gini, pasti Mbah Gundul ngajak buat menepi.

 

Sumur ini dinamai belik (mata air) Jetis Sumur oleh warga setempat. Dulu kala, genangan mata airnya lumayan luas. Di tahun 2006 diperkokoh dengan cara dibentuk sumur. Kalau melihat antrian jerigen yang ada di sana, sepertinya sumur ini menjadi tumpuan sumber air bersih warga setempat.

 

para pesepeda singgah di mata air Jetis Sumur, Cangkringan dan mendengarkan cerita asal-usulnya dari warga setempat
Di lereng gunung kok antri air? Bukannya semestinya banyak sumber air ya?

 

Cukup lama kami antri giliran bersama warga untuk menimba air sumur. Tapi dipikir-pikir kok lama banget ya buat ngisi penuh satu jerigen? Eh ternyata, volume air dalam sekali timba itu sedikit banget Pembaca! Nggak ada 1/4 ember! Dusun ini kayaknya juga terkena bencana kekeringan deh. Semestinya dusun Jetis Sumur ini layak dapat dropping air bersih.

 

air dari sumber air Jetis Sumur yang mengering
Ini nggak lebay lho! Sekali timba memang airnya sedikit banget!

 

Sedikit Lagi Sampai

Perjalanan berlanjut dari dusun Jetis Sumur menuju Jl. Raya Kemalang, batas pemisah provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tanjakan panjang masih menanti untuk ditaklukkan. Sejauh ini sih tanjakannya masih bisa dinalar dengkul. Apalagi semilirnya angin yang berpadu dengan hawa sejuk pegunungan membuat perjalanan ini nggak begitu berat... buatku . Nggak tau deh dengan para kawan yang lain, hehehe.

 

para pesepeda beristirahat di warung di wilayah Kemalang pada perjalanan menuju Mata Air Bebeng di Glagaharjo
Berhenti dulu di warung buat ngisi perbekalan sekaligus narik napas.

 

Pukul 12.30 WIB aku sampai di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Aku cuma sendirian, sedangkan kawan-kawan lain masih di belakang. Nggak beberapa lama, muncullah Om Warm. Aku pun lanjut bersepeda berdua bareng Om Warm menuju Mata Air Bebeng. Kata warga sih jaraknya tinggal 3 km lagi.

 

Yosh! Semangat! Semangaaat!

 

para pesepeda berhasil nanjak sampai dusun Balerante, Kemalang dari Yogyakarta
Tak disangka si Om Warm kuat juga ya...

 

Dari Jawa Tengah kami pindah provinsi lagi ke DI Yogyakarta. Tepatnya ke Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. Nah, dusun ini nih yang dihuni sama tanjakan-tanjakan curam bin terjal. Demi menghemat stamina, aku sering nuntun sepeda . Kalau Om Warm sih sudah melesat jauh di depan karena nggak nuntun. Tua-tua keladi juga dia...

 

dusun Kalitengah Lor di desa Glagaharjo, Cangkringan yang dikenal juga sebagai kampung Merapi
Desa sunyi di mana banyak tanjakan terjal menanti...

 

Akhirnya, sampailah aku di ujung tanjakan, yaitu parkiran Bukit Glagahsari. Alhamdulillah! Inilah bukit yang punya julukan lain Klangon yang lumayan populer bagi pehobi sepeda downhill.

 

suasana lapangan parkir bukit Glagaharjo, Cangkringan, Sleman yang biasa disebut sebagai Klangon oleh para pesepeda downhill
Parkiran bukit Glagahsari. Itu ada gardu pandang untuk mengamati Gunung Merapi.

 

Kami berdua mampir di sebuah warung sederhana buat istirahat sambil menunggu kawan-kawan lain datang. Berhubung tenaga sudah kelap-kelip merah, alhasil sepiring mie rebus (Rp4.000), segelas teh gula batu (Rp3.000), satu pisang (Rp4.000), dan empat gorengan (Rp2.000) aku gadang masuk perut. Ah, betul-betul surga di pelosok Jogja!

 

para pesepeda beristirahat di warung sederhana yang ada di parkiran bukit Glagaharjo alias Klangon Downhill
Bagaikan surga di ujung gunung.

 

Sekitar pukul 14.15 WIB, satu per satu kawan-kawan mulai berdatangan. Kami masih leyeh-leyeh sampai pukul 15.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Mata Air Bebeng. Kalau katanya ibu pemilik warung, mata airnya itu ada di dasar jurang. Ke sananya itu jalan kaki masuk hutan.

 

Hmmm... oke deh Bu!

 

Menyibak Misteri di Dasar Jurang Merapi

Di dalam hutan kami berpisah jadi dua kelompok. Pakdhe Timin dan Denmas Brindhil mencari bak penampungan air, sementara aku dan yang lain menuruni jurang mencari mata air. Di dalam hutan ini sama sekali nggak ada petunjuk ke arah mata air lho Pembaca. Yang ada hanya jejak jalan setapak yang  mengarah ke dasar jurang.

 

Masuk hutan mencari Mata Air Bebeng di Glagaharjo
Kalau habis bersepeda nanjak, kurang lengkap rasanya kalau nggak masuk hutan.

 

Sampai di dasar jurang, kami berpencar untuk menemukan tanda-tanda keberadaan mata air. Aku bareng Saktya blusukan ke segala penjuru. Aku nemu sisa-sisa kembang mawar sesajen #mistis. Sementara Saktya nemu curug yang airnya kering. Tapi kami nggak nemu air mengalir. Paling banter ya cuma suara gemuruh air yang asalnya dari pipa mirip saluran udara septitank.

 

lubang angin mirip lubang udara septitank yang ada di jalur lintasan lahar dingin Merapi
Di tempat kayak gini ada septitank? Ada tempat ngendog dong? #eh

 

Di mana sih Mata Air Bebeng itu? Kabarnya kan sedang digali untuk diperdalam? Jejak alat berat sih kelihatan. Tapi mata airnya itu ada di mana?

 

Setelah mencermati keadaan sekeliling, kami lihat ada benda yang terkamuflase oleh warna pasir, yaitu sebuah lubang dengan tiang besi melintang di atasnya.

 

orang-orang berusaha mengangkat penutup sumur mata Air Bebeng di Glagaharjo
Benda mencurigakan yang dikelilingi oleh orang-orang yang mencurigakan...

 

“Mata airnya ada di bawah situ! Itu tutupnya bisa diangkat!” kata Mbah Gundul mendekat.

“Nggak kuat Om kalau cuma diangkat dua orang!” balas Saktya yang sudah mencoba mengangkatnya bareng aku.

“Diangkat empat orang bisa itu. Dhe! Turun Dhe! Bantuin ngangkat!” sahut Mbah Gundul ke Padkhe Timin yang baru saja sampai di dasar jurang

 

Satu, dua, tiga. HUP!

 

Tutup pun terangkat oleh kami berempat. Kami melongok ke dalam celah lubang dan ternyata... ada mata air di dalamnya! Waow! Ini toh Mata Air Bebeng itu?

 

Wujud penamapakan isi dalam sumur Mata Air Bebeng di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman
Kok jadinya malah mirip sumur? Untung nggak nongol dhemit dari dalam...

 

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, gimana cara kami ngambil airnya ya? Sumurnya ini kan lumayan dalam.

 

“Siapa yang bawa botol plastik?” tanya Mbah Gundul

“Aku bawa Om! Tapi masih ada isinya dihabiskan dulu.” jawab Om Warm yang turut mendekat ke sumur bersama Denmas Brindhil

 

berusaha keras menimba air dari sumur mata air Bebeng
Misi belum sukses kalau belum bisa ngambil airnya!

 

Berbekal botol plastik, tali rafia, dan batu, Mbah Gundul pun membuat prakarya sederhana yang jelas tidak diajarkan di jenjang kuliah. Bener-bener cerdas idenya simbah. Mirip Mc Gyver lah.

 

Setelah mencoba-coba beberapa kali, akhirnya dapat juga itu air dari Mata Air Bebeng. Horeee!

 

sampel air yang diperoleh dari mata air Bebeng
Acquired Rare Item: Bebeng Spring Water.
Mission Accomplished!

 

Sebagai penutup perjalanan panjang yang melalahkan ini, kami pun tidak lupa melakukan ritual rutin, yakni foto bareng di TKP dengan delapan anggota keluarga. Betul-betul dibutuhkan teamwork untuk bisa mengambil air dari mata air Bebeng ini. Terima kasih atas jernih payahnya kawan-kawan! Love u all banget lah!

 

Ekspedisi Nyari Mata Air Bebeng di Glagaharjo
Anak-anak muda dan orang-orang tua (berjiwa muda) yang menempuh perjalanan panjang ke Bebeng naik sepeda.

 

Pukul 17.00 WIB kami baru meninggalkan lapangan parkir Bukit Glagaharjo. Sampai di rumah lagi pukul 19.30 WIB. Benar-benar petualangan PEKOK karena estimasiku sampai di lokasi itu sekitar pukul 12.00 WIB. Eh malah jadinya lebih dari 12 jam bersepeda.

 

Hadeeh! Sungguh patut untuk tidak ditiru. XD

 

Rute sepeda Endomondo dari kota Yogyakarta menuju Mata Air Bebeng
Statistik perjalanan yang direkam Endomondo-nya Rizka.

 

Ke depannya, semoga saja tidak terjadi bencana erupsi Merapi lagi. Kasihan kalau mata air ini kembali hilang, nanti warga jadi sulit dapat air bersih. Eh, apa ada mata air di dekat tempat tinggal Pembaca yang seperti Mata Air Bebeng ini ya?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • GUNARTOSUGENG PKU
    avatar 6924
    GUNARTOSUGENG PKU #Minggu, 4 Jan 2015, 11:35 WIB
    wuaduh enake yo hidup di jogja, kemana aja bisa sampai2 mata air yg sak uplik aja bisa
    dicari ( apa bedanya pekok sama pethuk mas Wij? )
    PEKOK itu kelakuan "bodoh" Mas, kalau PETHUK itu dijemput.
  • HILDA IKKA
    avatar 6926
    HILDA IKKA #Minggu, 4 Jan 2015, 14:12 WIB
    Widiiih, perjuangan banget demi mata air. Mana tempatnya kering sekali.ckckckck
    Lha ya kering mbak, namanya juga lereng Gunung Merapi kan isinya pasir semua. Kapan-kapan cobalah dirimu mampir ke Kaliurang dan lihat bagaimana berpasirnya lereng merapi.
  • RIZKA
    avatar 6929
    RIZKA #Senin, 5 Jan 2015, 04:22 WIB
    Joss!!! Endomondo nya full track, termasuk ngendhog, guling di pasir, jalan kaki masuk
    hutan, ndodok di tebing, jajan, dan leyeh2. Wkwkwkk p
    hah? emang ada adegan ngendhog juga? :D
    Aku baru tahu, hahaha :D
  • RULLAH
    avatar 6930
    RULLAH #Senin, 5 Jan 2015, 08:38 WIB
    Aku sering kumpul sama mas yang pakai helm kuning sama yang satunya tapi kok lupa
    namanya ya :-D
    Sering kumpulnya karena dia anak FedJo :-D
    Yang pakai helm kuning namanya Denmas Brindhil (Radit), yang baju Ijo namanya Saktya, dan yang lain silakan cari sendiri namanya di artikel2 blog ini :D
  • TURTLIX
    avatar 6931
    TURTLIX #Senin, 5 Jan 2015, 09:20 WIB
    Mengutip kebiasaan Mas Paris, "Untung ora sido melu" hahaha...
    Yang lain Klangon turun, kalian malah naik Klangon (thumbs)
    Aku sebetulnya nggak tahu kalau Klangon itu Bebeng. Kalau tahu dari awal nggak kayak gini ceritanya...
  • DANI WAWAN
    avatar 6932
    DANI WAWAN #Senin, 5 Jan 2015, 09:52 WIB
    Weleh... yang masih belum ketemu... curug di Temanggung....
    Lha gimana ini transportasi dan akomodasinya? Saya sih siap saja kalau disuruh ngangkot ke Temanggung, tapi habis itu mbok "dipandu" ke curugnya, hahaha :D
  • SAKTYA
    avatar 6934
    SAKTYA #Senin, 5 Jan 2015, 12:11 WIB
    hahaha partner in love :|,
    @ mas Rullah: yang pke helm kuning namanya kak Radit, saya yg pake kaos hijau :D. bantujawab
    Lha jadi salah itu istilah "partner in love"? :p
  • WARM
    avatar 6935
    WARM #Senin, 5 Jan 2015, 12:53 WIB
    njenengan iki kalo nulis emang rapinya ga ketulungan, asli jd keren ceritane, apik ki kalo lain kali nanjak lagi hloh
    betewe sebuah kehormatan bisa ketemu & gowes bareng empunya blog seleb ini, walau kmaren pulang ngebut sendirian jeh hehe
    Maklum Om sudah over time makanya mesti ngebut, wekekeke. Kapan kita nanjak bareng lagi ini Om?
  • MATIUS TEGUH NUGROHO
    avatar 6938
    MATIUS TEGUH NUGROHO #Senin, 5 Jan 2015, 21:54 WIB
    Bro, itu jauh banget brooo. Nak aku melu, kethoke tengah dalan semaput. Tapi Glagahsari
    itu kayaknya bagus. Lumayan buat menyepi atau bunuh diri eh
    Kalau ada orang yang jatuh ke jurang kayaknya lama buat ditemuin karena jarang ada orang lewat...
  • CUMILEBAY.COM
    avatar 6939
    CUMILEBAY.COM #Selasa, 6 Jan 2015, 00:46 WIB
    Kamu mmg mirip, jadi kalian berjodh ... semoga langgeng yaaa amien
    #kecup bang Cumi
  • ANDRI POERNAWAN
    avatar 6949
    ANDRI POERNAWAN #Selasa, 6 Jan 2015, 12:59 WIB
    Perjuangan yang menyenangkan.. Yogya memang keren..
    Jogja gitu loh :D
  • ANGKI
    avatar 6951
    ANGKI #Selasa, 6 Jan 2015, 17:05 WIB
    Mantap mas Wijna... lama gak ke situ wahhh masih lautan pasir yah?? jaman dulu saya
    pertama ke situ kayak kolam gitu mas bisa buat jegurrr... wah skerang sudah jadi kayak
    gitu ya??? haseehh.. dulu ada sesajen"nya gt mas... skrng kayaknya udah gak ada ya
    mas?? wah embung binomartani belum kesampean mas..cuma liat dipoto" aja baruan...
    kayaknya proyek embung itu APBD tahun lalu ya mas?? proyek kejar tayang pemkab
    kayaknya mas hehe.... wah kalo ada reunian travel blogger jogja ajak" ya mas.. seru juga
    kalo dikomando ams wijna kumpulin para serdadu" hehe yg ladies" juga boleh sapa tau
    dapat jodoh yg sesungguhnya hehe hasehh... haha ati" mas Wijna ketularan bang
    cumiyyy hehe pizz (bang cumiy diundang ke jogja mau gak ya?? haseehh hehe
    sebenernya sih ada juga sajennya Ngki, tapi lokasinya jauh dari sumur
  • PAKDHETIMIN
    avatar 6953
    PAKDHETIMIN #Selasa, 6 Jan 2015, 21:48 WIB
    fotoku sedikit :(
    Fotoku????
  • RIFQY FAIZA RAHMAN
    avatar 6954
    RIFQY FAIZA RAHMAN #Selasa, 6 Jan 2015, 22:09 WIB
    Wah, dengan bersepeda jadi tahu tempat2 yang ternyata betapa air itu sangat berharga barang setetespun :)
    Air memang sangat berharga Bro. Pesepeda pun haus butuh air.
  • INDRA SETIAWAN
    avatar 6957
    INDRA SETIAWAN #Rabu, 7 Jan 2015, 16:12 WIB
    itu ide lewat got bener2 keren..haha
    Yang bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan :D
  • HM ZWAN
    avatar 6961
    HM ZWAN #Kamis, 8 Jan 2015, 10:59 WIB
    wakz,keren banget seharian sepedaan,mantapppp..saya aja yang sejam udah keliyengan
    dan g kuat hahaha
    Maklum masih muda, hehehe :p
  • NDOP
    avatar 6964
    NDOP #Jum'at, 9 Jan 2015, 11:27 WIB
    Wuih, podo urung adus kuwi jelaaass... :))
    Masak mau nyepeda mesti mandi dulu? Nyepeda kan bikin mandi keringat. :p
  • IWCAKSONO
    avatar 6972
    IWCAKSONO #Minggu, 11 Jan 2015, 00:11 WIB
    lha kui gedang siji karo mie rebus sepiring kok regane podho... hohoho
    Disikat wae lah Mas. Ora sah kokehan dipikir regane... :D
  • BUKANRASTAAMAN
    avatar 6977
    BUKANRASTAAMAN #Senin, 12 Jan 2015, 12:17 WIB
    enaaaak banget hidup jauh dari kepadatan kota :(
    Namanya juga di Jogja Bro. Damai dan tentram...
  • DITTER
    avatar 6982
    DITTER #Selasa, 13 Jan 2015, 13:44 WIB
    Mantep banget, abis capek-capek gowes sepeda, terus makan mie rebus, teh, dan buah....Nikmaaaat....

    Wih, nyepeda sama om warm juga toh.... :O
  • MEDAN WISATA
    avatar 7002
    MEDAN WISATA #Jum'at, 16 Jan 2015, 09:02 WIB
    Perjuangan Banget ya mas,,, jauh-jauh hanya ingin melihat Mata AIr ini,,
    tapi keren deh,, perjalanan dengan Sepedanya,,
    Nggak dibilang kurang kerjaan toh? :D
  • ULU
    avatar 7003
    ULU #Jum'at, 16 Jan 2015, 09:51 WIB
    kalo saya mah gak kuat naik sepeda kayak gitu, kudu naik motor hehehe. klimaks ya
    perjalannya. seruuu!
    Mumpung masih (berjiwa) muda ini mbak, makanya berani nekat nyepeda sampai sana :D
  • HP YITNO
    avatar 7005
    HP YITNO #Jum'at, 16 Jan 2015, 17:57 WIB
    Wah perjalanan yang seru. Aku pernah di jogja. Cuma hanya 6 bulan dan belum sempet jalan-jalan kak
    Besok-besok lagi klo ke Jogja lagi dicoba jalan2 ya :D
  • BERSAPEDAHAN
    avatar 7034
    BERSAPEDAHAN #Sabtu, 24 Jan 2015, 10:45 WIB
    kalau mau sepedaan dengan sensasi padang pasir .... ga usah jauh2 ke bromo apalagi
    arab ya .....

    cukup kesini sekalian liat mata air ngumpet ...he he ...
    Dijamin terpuaskan Kang sensasi padang pasirnya dan bikin kapok, hahaha :D
  • TIM EKSPEDISI CANDI IND
    avatar 7059
    TIM EKSPEDISI CANDI IND #Jum'at, 30 Jan 2015, 00:11 WIB
    salam hangat dari Tim Ekspedisi Candi Indonesia :), http://ekspedisicandi.com
    salam juga dari saya :D
  • DIAS CAEZ
    avatar 7298
    DIAS CAEZ #Sabtu, 14 Mar 2015, 09:28 WIB
    Postingan kamu keren gan, seru bacanya, jangan lupa posting cerita yang lainnya juga y
    Iya, nantikan terus ya :D
  • EDDY
    avatar 7304
    EDDY #Sabtu, 14 Mar 2015, 21:16 WIB
    Boleh tanya kl mau ke embung bimomartani
    lewat ya mana misalkan aku dr flyover janti
    mksh
    Lewatnya dari station maguwo ke utara terus
  • HANTU LAUT
    avatar 8644
    HANTU LAUT #Sabtu, 14 Nov 2015, 19:23 WIB
    Nguri uri budoyo jawi melihat peninggalan leluhur lan belajar sejarah leluhur poro pepunden
    sungguh asik.pada tinggal diwilayah mana nich...kalau saya ikut pasti KO naik motor piye ?
    saya di kartasura.
    kebetulan tinggal di Jogja XD