Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Senin, 12 Agustus 2013, 05:04 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

cerita bersepeda mengunjungi curug seribu batu giriloyo wukirsari imogiri bantul yogyakarta pada Mei 2013

Lama nggak bersepeda dengan Mbah Gundul, pada suatu ketika dirinya kembali menawari aku rute bersepeda yang boleh dibilang menarik.

 

“Ada curug. Dekat Selopamioro. Medannya bersahabat. Katanya mau dikembangkan jadi obyek wisata,” terang Mbah Gundul.

“Waaah, lokasi persisnya di mana itu Mbah?” aku penasaran.

“Rahasia! Hehehe. Ntar kalau tahu nggak lagi seru!”

 

Wah, ini dia! Dari pengalaman yang sudah-sudah, kalau Mbah Gundul menyebut kata kunci “rahasia”, pastilah ujung-ujungnya bakal dibumbui adegan koyok yang menyiksa urat dengkul.

 

Jadi, sebelum aku mengiyakan ajakan si Mbah, aku harus berkali-kali memastikan dulu kalau medannya benar-benar aman. Lha kan biasanya medan jalan ke curug-curug itu penuh tanjakan toh?

 

 

Pada hari Minggu (4/5/2013), dari sekian banyak manusia yang menyahut pemberitahuan di wall Facebook, berkumpullah aku, mbah Gundul, Pandu, dan Pakdhe Timin di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Sekitar pukul 07.30 WIB, berangkatlah kami bersepeda ke lokasi curug yang dirahasiakan Mbah Gundul itu.

 

rute dari Kota Jogja ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Berangkat dari titik nol km kota Jogja.

 

Karena Mbah Gundul bilang patokannya Selopamioro, awalnya aku menerka rutenya bakal lewat sana. Tapi ternyata Mbah Gundul nggak memandu kami menuju Selopamioro! Tapi ke arah Makam Raja-Raja Imogiri.

 

Setelah berada di Jl. Imogiri Timur gantian Pandu yang memimpin sekaligus memilih rute blusukan. Kami berbelok ke arah Sindet dan tahu-tahu sudah berada di Desa Wukirsari di Kecamatan Imogiri. Desa Wukirsari ini terkenal dengan sentra batik tulis dan jasa gurah.

 

jasa gurah dan lancar uang di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Pembaca berminat?

 

Memasuki Dusun Giriloyo giliran Mbah Gundul yang kembali pegang kendali. Kami blusukan menuju rumah salah seorang kenalan si Mbah yang bernama Ferdi. Dia ini berprofesi sebagai tukang kayu yang pernah memasang gebyok di padepokan Ki Ageng Sekar Jagad.

 

parkir sepeda di dekat air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Parkir sepeda dulu di dekat rumah Ferdi.

 

Kami sampai di kediaman Ferdi sekitar pukul 08:50 WIB. Sedari tadi medan jalannya menuju ke sini ya landai. Selandai Jl. Imogiri Timur lah.

 

Hmmm, bisa jadi Mbah Gundul benar kalau medan jalan ke curug ini bersahabat. Ah, kok ya aku sudah negative thinking sama si Mbah duluan sih?

 

bertamu di rumah warga dekat air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Saling tukar "sesajen" antara Ferdi dengan mbah Gundul.

 

Setelah beramah-tamah dan menghabiskan gelas-gelas wedang uwuh yang tersaji, kami pun diajak Ferdi untuk jalan kaki menuju curug. Katanya sih, letak curugnya itu dekat dari rumahnya.

 

Berhubung kami menempuh rute “jalan belakang”, alhasil medannya nggak umum. Medan pertama yang harus kami libas adalah hutan belantara. Doh!

 

Melibas hutan belantara menuju ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Untung dipandu Ferdi jadinya nggak pakai acara nyasar.

 

Banyak hal menarik yang kami temui saat melibas lebatnya hutan. Pertama, ada curug kering yang katanya Ferdi debit airnya besar saat musim penghujan. Kedua, Mbah Gundul sempat beraksi menangkap reptil biawak untuk dibawa pulang! Biar lebih seru, tonton saja video di bawah ini!

 

 

Air terjun besar di bantul dekat dengan curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Air terjun besar yang katanya Ferdi sedang kering.

 

Mbah Gundul menangkap reptil biawak yang hidup dekat air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Mbah Gundul menangkap biawak tapi belum lama ini biawaknya sudah mati.

 

Sekitar 30 menit berjalan kaki tibalah kami di suatu tebing. Katanya Ferdi, curugnya ada di dasar tebing. Karena itu ya... kami pun harus menuruni tebing! MODYAR!

 

Menuruni tebing ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Serius nih turun tebing? Doh!

 

Weeeeeeh... betul juga kan dugaanku di awal-awal itu! Ternyata aku salah besar!

 

Memang sih medan jalannya bersahabat pas bersepeda sampai rumahnya Ferdi. Tapi kok ya malah pilihan rute menuju dasar curug yang luar biasa koyok! Sepertinya ya rute yang ditawarkan oleh Mbah Gundul nggak pernah jauh-jauh dari hal-hal yang nggak umum seperti ini deh. Doooh!

 

Eh, petualangan menuruni tebing sampai ke curug ini juga bisa dikemas jadi obyek wisata lho! Lebih tepatnya obyek wisata kurang kerjaan bagi orang-orang pekok semacam kami.

 

Akrobat menuruni air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Banyak adegan akrobat.

 

Susur gua Bantul menuju ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Lewat gua kecil juga.

 

Asal tahu saja, tebing yang menjadi medan akrobat kami ini terbentuk dari batuan lahar beku. Aku lumayan sulit menemukan pijakan yang pas. Salah memijak bisa-bisa tergelincir dan jatuh. Untung kami menuruni tebing dengan dipandu Ferdi. Jadinya paham mana saja bagian tebing yang aman dipijak.

 

sepatu pengunjung rusak saat menuju ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Hancur sudah alas kaki semenjak jaman kuliah.

 

pengunjung terluka saat menuju ke air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Mosok hari ini tanganku keseleo dua kali sih? DOH! Sakit mbah!

 

Alhamdulillah, kami semua lulus menuruni tebing dan tiba dengan selamat di curug. Walau ya... sepatuku jebol dan lengan kiriku keseleo. Untungnya sih ada pijatan dari Mbah Gundul, hehehe.

 

Jebul curug yang kami datangi ini bernama Curug Seribu Batu. Dahulu kala curug ini dikenal dengan nama Curug Cengkehan.

 

Debit air Curug Seribu Batu ini nggak begitu besar. Pada musim kemarau boleh jadi debit airnya bakal lebih surut lagi sebagaimana karakteristik curug-curug yang ada di Kabupaten Bantul. Walaupun demikian airnya lumayan jernih lho!

 

Letak Curug Seribu Batu berdekatan dengan makam Pangeran Cirebon. Jadi, bagi Pembaca yang berkunjung ke makam Pangeran Cirebon bisa sekalian mampir ke curug ini.

 

Penampakan air terjun curug seribu batu (cengkehan) saat musim hujan di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Pas musim kemarau airnya mungkin surut.

 

Tempat sampah yang ada di kawasan air terjun curug seribu batu (cengkehan) di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta
Nah gitu dong. Ada tempat sampah di area curug.

 

Sekitar pukul 11.00 WIB kami tiba kembali di rumah Ferdi. Setelah berpamitan, kami langsung tancap pedal menuju Kota Jogja. Sayangnya, di perjalanan pulang cuacanya PANAS BANGET! Jadi ya... lama baru sampai rumah lagi deh.

 

Sekian dulu ceritaku!

 

Pembaca tertarik singgah di curug ini? Jangan lewat “jalan belakang” lho ya! Hehehe.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • PAKDHETIMIN
    avatar 5469
    PAKDHETIMIN #Selasa, 13 Ags 2013, 12:36 WIB
    pertamax??
    yoi cooooy!
  • MAKBEL
    avatar 5472
    MAKBEL #Rabu, 14 Ags 2013, 09:15 WIB
    Woooowwwww!!!! Selalu bikin pingin
    pingin ke air terjun dengan turun tebing juga mbak Bel? hehehe
  • ANGGI AGISTIA
    avatar 5476
    ANGGI AGISTIA #Kamis, 15 Ags 2013, 11:06 WIB
    wah, kok liat fotonya malah keliatan ekstrim ya medan jalannya mas, tapi seru sih
    memang ekstrim, lha wong turun tebing dan ketemu biawak kok...
  • ELISA
    avatar 5477
    ELISA #Kamis, 15 Ags 2013, 13:52 WIB
    lha kalau jalan depan lewat mana Wij???
    "jalan depannya" lewat makam Pangeran Cirebon mbak.
  • ANNOSMILE
    avatar 5482
    ANNOSMILE #Sabtu, 17 Ags 2013, 08:41 WIB
    pernah tersesat menelusuri curug ini..
    bagusan kedungmiri menurutku hehe
    kedung miri kecil... yang ini menantang untuk dituruni, hahaha...
  • LIZAFATHIA
    avatar 5491
    LIZAFATHIA #Minggu, 18 Ags 2013, 21:42 WIB
    mawiii... Makasih banget ya untuk sarannya ke kameraku. Malkin aku taunya make aja. hihihi. padahal udah diingati sama suami untuk bersihin. tapi hihihi... btw di sana banyak tukang susuk ya? ish, ngeri! di aceh ga ada yg spt itu kalopun ada aku enggak tau. liat mawi naik sepeda aku jadi pingin sepedaan juga.besok pulang kerja
    hehehe, iya mbak maaf baru balez. Klo ngga dibersihin nanti kameranya menimbun debu jadinya bisa bikin rusak, kan sayang benda mahal, hahaha.

    Biasa mbak di Jawa kan masih banyak hal-hal klenik. Jadinya sudah nyepeda mbak?
  • ESTU
    avatar 5498
    ESTU #Selasa, 20 Ags 2013, 11:04 WIB
    wah, ngepit gila ini,
    aku mbok diajak ngepit2 kayak gini mas..
    kalo ada rencana lagi aku di imel ya..
    mancal pokmen
    hehehe, siap juragan!
  • HARIS
    avatar 5502
    HARIS #Rabu, 21 Ags 2013, 23:11 WIB
    ini postingannya tentang wisata semua ya...
    tapi keren...
    hehehe, terima kasih kakak
  • DANI WAWAN
    avatar 5518
    DANI WAWAN #Kamis, 5 Sep 2013, 12:01 WIB
    kenapa yang pertamax selalu pakdhe timin.....
    selalu koyok.....
    karena pakdhe suka hal-hal berbau koyox, hahaha
  • ANGKI
    avatar 5605
    ANGKI #Jum'at, 25 Okt 2013, 08:35 WIB
    lha nie apa curugnya yg di giriloyo...hahaha mas wijna emng selalu terdepan mntapzz dah
    hahaha
    kapok turun air terjun >.<
  • JACK MIKO
    avatar 5719
    JACK MIKO #Jum'at, 3 Jan 2014, 08:56 WIB
    wwoohh Pijetin ki bar blusukan judulnya lik hahaha
    ho oh je, baru kali ini saya keseleo di air terjun.
  • ALVI
    avatar 9956
    ALVI #Selasa, 2 Ags 2016, 08:53 WIB
    Wow banget curugnya. Kapan ya bisa main ke sana?
    Kalau sudah di Jogja dong ya. :D