Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Senin, 21 Januari 2013, 07:15 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Sore hari, duduk-duduk memandang lautan lepas, menanti matahari terbenam.
Terdengar indah dan damai ya Pembaca?

 

Itulah yang aku, Mbah Gundul, Paris, Pakdhe Timin, dan Ari lakukan di hari Kamis (15/11/2012) silam. Sungguh suasana yang menghanyutkan. Apalagi kalau mengingat segala halang-rintang yang harus kami lalui untuk bisa sampai kemari.

 

Bayu Indratomo, Rahmat Agus Sudrajat, I Made Ari Susena, Eko Paris Besteriyana Yulianto bersepeda dari Kota Jogja menuju Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Manusia-manusia yang bersepeda ke Pantai Bekah itu...

 

PEKOK di 1 Suro

Hari Kamis tanggal 15 November 2012 itu bertepatan dengan hari libur memperingati tahun baru Hijriyah ke-1434. Berhubung di bulan November belum ada agenda PEKOK, maka aku mengusulkan ke teman-teman untuk ber-PEKOK-ria di hari Kamis itu.

 

Tujuannya sih sederhana, sesederhana kalimat “Pantai di sebelahnya Parangtritis”. Aku juga nggak tahu ada pantai apa. Yang jelas tujuannya ya ke Pantai Parangtritis lalu mencari pantai lain di sebelah Parangtritis, yang dekat saja, entah apa. Mudah toh?

 

Eh iya, karena menurutku medannya nggak berat-berat amat, aku memutuskan menunggang sepeda federal tua yang sebenarnya ... bannya bisa berputar kalau dikayuh saja itu sudah bagus .

 

 

Etape 1, Dari Kota Jogja menuju Parangtritis

Sebenarnya, titik kumpulnya di perempatan Kantor Pos Besar. Tapi, berhubung menunggu Pakdhe Timin yang tak kunjung datang, akhirnya titik kumpulnya “digeser” jadi ke Jl. Parangtritis dekat perempatan ringroad. Pakdhe Timin pun baru datang sekitar pukul 08.30. Padahal janjian awalnya itu pukul 06.00 di perempatan kantor pos besar.

 

Ngaret... ngaret... kalau nggak ngaret bukan Pakdhe Timin namanya...

 

Secara umum, bersepeda sejauh 27 km menuju Pantai Parangtritis kondisinya lancar jaya. Kami berpapasan dengan sejumlah pesepeda yang juga melewatkan hari libur itu dengan bersepeda ke Pantai Parangtritis. Tiba di pantai Parangtritis sekitar pukul 10.00 dan kami langsung merapat ke sebuah warung makan untuk mengisi bensin perut.

 

Etape 2, Jl. Parangtritis – Panggang

Dari pantai Parangtritis kami bertolak menuju kecamatan Panggang di kabupaten Gunungkidul. Jalan yang kami lalui ya masih jalan raya yang sedari tadi kami lalui.

 

Mungkin banyak Pembaca yang belum tahu kalau dari Pantai Parangtritis tersedia jalan menuju Gunungkidul. Mudahnya ya ikuti saja jalan aspal yang dilalui untuk sampai ke Pntai Parangtritis. Kalau diikuti terus nanti sampai ke Gunungkidul juga kok.

 

Medan tanjakan di ruas jalan alternatif Bantul - Gunungkidul yang bermula dari Pantai Parangtritis menuju Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Percaya deh, ini jalannya nanjak lho!

 

Sebenarnya, menurut patok jalan, jarak Parangtritis ke Panggang itu ada sekitar 15 km. Kalau sebelumnya Jogja – Parangtritis sejauh 27 km kami tempuh kurang dari 1,5 jam, ya logikanya jarak 15 km itu bisa ditempuh kurang dari 1,5 jam juga toh?

 

Tapi sayangnya tidak demikian, karena medan jalannya itu seperti ini.

 

Suasana jalan yang berliku menanjak dan dikelilingi hutan dari Pantai Parangtritis menuju Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Jangan salahkan dia karena medan jalannya seperti ini.

 

Tanjakannya sih masih kalah jahanam dengan tanjakan legendaris semacam Tanjakan Cinomati atau Tanjakan Gua Kiskendo. Tapi, terik matahari yang sangat menyengat benar-benar menguras semua kekuatan kami. Eh, kecuali Mbah Gundul tentunya ya.

 

Pemandangan indah sepanjang jalan raya menuju Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Tapi sebenarnya kalau nggak ada tanjakan bagus juga pemandangannya.

 

Yang juga membenani pikiran adalah informasi dari warga kalau tidak ada pantai yang dekat sana selain Parangtritis. DOH!

 

Desa Girikarto yang kiranya menjadi tujuan awal kami pun dikabarkan berada SANGAT JAUH dari kota Kecamatan Panggang. Padahal kami saja belum sampai di Panggang. Waduh, bagaimana ini?

 

Entah di kilometer keberapa, kami berjumpa dengan papan petunjuk arah “3 km menuju Goa Cerme”. Mbah Gundul dan Paris pun protes, kenapa tadi nggak lewat Goa Cerme saja yang (menurut mereka) jaraknya lumayan dekat. Waduh, sepertinya aku memang salah memilih jalan.

 

Pencerahan di Pertigaan Purwosari

Jarum jam menunjukkan pukul setengah 2 siang. Kami pun tiba di sebuah pertigaan di Kecamatan Purwosari. Pertigaan ini terletak di Jl. Parangtritis – Panggang km 13. Di sini jalan bercabang dua, satu menuju Siluk (Imogiri) dan satunya lagi kembali menuju Parangtritis.

 

Pertigaan di ruas jalan pantai selatan jawa Yogyakarta yang bercabang arah ke Pantai Parangtritis, Panggang, dan Imogiri  pada tahun 2012
Pertigaan arah Parangtritis dan Siluk.

 

Kami pun memutuskan untuk beristirahat di warung kelontong terdekat. Aku dan Paris menunaikan ibadah salat Zuhur. Sementara Mbah Gundul dan yang lain menggali informasi keberadaan pantai dari warga setempat.

 

Ndilalah ada kabar baik! Kata warga setempat, sekitar 7 km dari pertigaan ini ada pantai! Dekat dong ya! Namanya Pantai Bekah. Walau katanya sih nggak cocok kalau disebut pantai. Eh, maksud?

 

Cerita seorang warga Purwosari bapak pemilik toko kelontong tentang sejarah Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Bersama bapak pemilik warung dan putranya. Si Bapak pernah jalan kaki dari sini ke Parangtritis.

 

Ah, apa punlah itu! Yang jelas kami tertarik ke sana. Masak jauh-jauh dan capek-capek bersepeda kemari nggak bertemu pantai selain Parangtritis sih?

 

Etape 3, dari Jalur Jalan Lintas Selatan menuju Pantai Bekah

Setelah semuanya siap, kami pun berpamitan dan mengambil jalan cabang menuju Parangtritis. Tak seberapa lama, kami tiba di sebuah ruas jalan yang besaaar, lebaaar, dan mulusss.

 

Hah? Kok ada jalan bagus di pelosok seperti ini? Jalan para siluman kah? Ini masih di Jogja kan?

 

Kondisi jalan alternatif pantai selatan jawa Yogyakarta menuju ke Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Kok ada jalan lebar, mulus, luas, di tempat terpencil seperti ini ya?

 

Kegirangan bertambah saat melihat patok jalan yang menyatakan 10 km lagi menuju Parangtritis. Yippy! Berarti jalan pulang sudah dekat!

 

Eh, tapi sebelumnya kami harus singgah dulu di Pantai Bekah. Karena keasyikan bersepeda di jalan yang bagus itu, kami pun melewatkan jalan menuju ke Pantai Bekah. Terpaksa deh, harus balik lagi. Doh!

 

Untuk menuju Pantai Bekah, kami harus berbelok masuk ke Dusun Karangnongko. Warga di dekat gapura dusun bilang, jarak ke Pantai Bekah tinggal 5 km lagi. Ada tambahan informasi, katanya jalannya rusak. Hah? Rusak?

 

Pikir kami, jarak 5 km itu kan lumayan dekat. Bisalah sampai ke Pantai Bekah. Nggak masalah kalau jalannya rusak.

 

Jalan setapak cor semen dua lajur yang terdapat di Dusun Karangnongko dan Dusun Temon Purwosari, Gunungkidul arah ke Pantai Bekah pada tahun 2012
Padahal jalannya baru diperbaiki, eh sudah kita lewati, hahaha. 

 

Kami pun bersepeda melalui jalan-jalan dusun. Di ruas jalan yang menghubungkan Dusun Karangnongko dan Dusun Temon memang sedang ada perbaikan jalan. Pikir kami ini toh yang disebut jalan rusak? Cih, nggak ada apa-apanya!

 

Namun, semua pikiran kami berbalik 180 derajat ketika tiba di ruas jalan yang menghubungkan Dusun Temon dan Pantai Bekah...

 

Menyadur dari perkatannya Ari,

Ada dua jenis jalan hambatan Mas, yang satu jalan penyesalan dan yang satu lagi jalan penderitaan”.

 

Jalan penyesalan bisa diambil contoh seperti Jl. Parangtritis – Panggang yang kami lalui barusan. Jalannya panjang dan menanjak. Begitu tahu ada alternatif jalan yang lebih singkat dan bersahabat, muncullah rasa penyesalan kenapa tadi lewat sini ya?”

 

Sedangkan jalan penderitaan ... mungkin lebih tepat jika digambarkan dari foto berikut.

 

Jalan tanah berbatu karang tajam kondisi rusak parah menuju ke Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Mau naik sepeda motor atau sepeda biasa, sama-sama menderita. Percaya deh!

 

Hanya “sekitar” 4 km kok. Tapi jalannya rusak berbatu. Melaluinya dengan sepeda pun tak nyaman karena bergeronjal-geronjal. Tangan sakit semua menahan goncangan. Dituntun pun tak mudah. Kontur jalannya turunan, pulangnya bakal jadi jalan menanjak. DOH! Repot ini!

 

Tapi di sepanjang jalan banyak warga sekitar yang berlalu-lalang, entah berjalan kaki atau naik motor. Mayoritas adalah petani yang tengah berladang. Mereka semua ramah-ramah, khas penduduk desa, senantiasa menyapa kami badhe tindak pundi Mas?”

 

Tebing Bekah di Ujung Pulau Jawa

Sekitar pukul 16.00, sampailah kami di Pantai Bekah. Eh, lebih tepatnya di tebing Bekah. Benar-benar di ujung pulau Jawa! Mirip seperti Cliffs of Moher di Irlandia gitu. Tapi ini di Indonesia! Subhanallah ya! Walaupun jalan kemarinya... Masya Allah!

 

Pemandangan indah suasana Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul saat sore hari pada tahun 2012
Woooo! Ujung pulau Jawa! Alhamdulillah nyampe juga.

 

Karena lokasinya di atas tebing, ya jangan harap bisa berjumpa dengan pantai di sini. Jangankan pantai, pasirnya saja nggak ada, hahaha. Penasaran ada apa di bawah tebing? Ini fotonya.

 

ganasnya ombak laut selatan Jawa di Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Sisi kiri bawah tebing... nggak ada pasir...

 

Pemandangan di dasar tebing Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Sisi kanan bawah tebing juga... nggak ada pasir...

 

Tebing Bekah ini adalah lokasi pemancingan. Yang dipancing biasanya sih lobster. Dipancing dari atas tebing menggunakan tali tampar.

 

Uniknya di sekitar Tebing Bekah ini ada dua pondok pemancingan yang disediakan untuk tempat istirahat para pemancing. Pondok-pondok itu dibangun oleh AA YKPN Fishing Club dan KTNA. Siapa pun boleh singgah di pondok-pondok itu, asal senantiasa menjaga kebersihan. Salut deh ada yang bikin pondok di sini. Membawa materialnya saja pasti butuh perjuangan.

 

Pondok Mancing milik AA YKPN di Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Pondok Mancing AA YKPN.

 

Pondok mancing milik KTNA di Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Pondok Mancing KTNA.

 

Toilet dan wc umum yang ada di kawasan Pantai Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Dilengkapi kamar kecil juga lho. Airnya ditampung dari air hujan.

 

Duduk-duduk di kursi pondok sambil memandang lautan lepas kala senja. Indah nian. Kalau beruntung bisa melihat paus lewat lho.

 

Pulang, Pulang, Pulang!

Pukul 17.00 kami pun bergegas pulang. Mbah Gundul sepertinya ingin menginap di sekitar tebing Bekah. Eh maaf ya Mbah! Dirimu saja yang menginap, kami sih mau pulang ke rumah, hahaha . Sebelum kami pulang ada rombongan pemancing yang tiba di lokasi dan sengaja bermalam di sana untuk memancing.

 

Cerita mistis pengalaman para pemancing yang hobi memancing di Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul pada tahun 2012
Mancing perdana di tanggal 1 Suro.

 

Di ruas jalan penderitaan, aku sempat berbincang dengan warga dusun Temon, seorang petani yang baru pulang dari ladang. Katanya, jalan menuju Pantai Bekah ini hendak diperlebar dan dihaluskan pada tahun 2013. Tambahnya lagi, rencana perbaikan jalan ini karena prakarsa dari Pak Bambang. Entah itu siapa Pak Bambang, mungkin salah satu putra daerah yang menjadi pejabat di Gunungkidul?

 

Pantas saja, ada beberapa di sepanjang jalan kemari ada warga yang bertanya,njenengan putrane Pak Bambang mas?” He?

 

Berfoto bersama di Laut Bekah, Purwosari, Gunungkidul dengan latar langit senja pada tahun 2012
Ayo pulang! Kita mesti lewat "jalan penderitaan" sekali lagi!

 

Kalau dipikir-pikir, Pantai Bekah itu sebenarnya hanya berjarak sekitar 15 km dari Pantai Parangtritis. Namun untuk mencapainya, perlu perjuangan yang luar biasa. Asal tahu saja, tepat pukul 24.00 aku baru tiba lagi di rumah dan masih harus mengantar Paris, Pakdhe Timin, dan Ari pulang ke kediamannya masing-masing dengan mobil. Sedangkan Mbah Gundul memutuskan untuk bermalam di Parangtritis. Cukup bersalah juga aku membuat mereka jadi trauma bersepeda setelah kejadian ini.

 

Selesai deh petualangan hari ini! Tinggallah aku beristirahat sambil ditemani oleh cegukan dan sendawa yang nggak berhenti-henti. Trauma! Nggak mau bersepeda ke Pantai Bekah lagi! >.<


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • NORMAN BS
    avatar 5014
    NORMAN BS #Selasa, 22 Jan 2013, 14:14 WIB
    mantab blusukannya....
    josss pokok e
  • COVA
    avatar 5016
    COVA #Selasa, 22 Jan 2013, 16:23 WIB
    waah kereeen.. br tau klo ada pantai bekah di dkt parangtritis. Tebingnya yahuuud beeuud.. hiihii
    pengen kesana ah, tp klo pake sepeda ga kuaat.. haha
    naik kendaraan bermotor aja mbak Covaaa
  • TOTOK
    avatar 5019
    TOTOK #Selasa, 22 Jan 2013, 19:41 WIB
    Jangan trauma Mas. Nanti gelar PEKOK-nya bisa dianulir lho. Hehehe
    Dianulir sajalah pakai tipe-ex...
  • BANG OI
    avatar 5020
    BANG OI #Rabu, 23 Jan 2013, 12:46 WIB
    Keren banget.
    Pengen juga bersepeda ke daerah2 seperti itu.
    Apalagi yang di atas tebing ..
    Bener2 tepian pulau jawa.
    bener-bener kayak di luar negeri Kang, cobain deh, tapi naik motor aja
  • [email protected] #Rabu, 23 Jan 2013, 15:12 WIB
    Luar biasa Wij...
    Membaca cerita mu dan mencermati foto2 mu serasa ikut berpetualang...
    :)
    Terima kasih mbak. Mumpung msih punya kesempatan jalan-jalan.
  • TITHA
    avatar 5023
    TITHA #Rabu, 23 Jan 2013, 17:39 WIB
    pantainya kaya ngobaran ya mas? cm tebing thok .. hehe
    keren ceritafoto2nya :D
    Iya mirip Ngobaran gitu tapi ini lebih tinggi. Kalau jatuh dari puncaknya bakal lebih sakit. (Eh?)
  • EEM
    avatar 5024
    EEM #Rabu, 23 Jan 2013, 20:11 WIB
    wij, gimana kalo ditampilin peta ato gambaran kasar jalan2 yang dilewati, biar orang macam saya yg visual ini bisa ngebayangin jalan yang kalian lalui.
    SALAM PEKOK :p

    ini aja disambi buka google map :D
    Peta? wong namanya PEKOK kok pakai peta? hehehe. Gambaran kasarnya dari foto-foto yang aku jepret aja.
  • BENAGUSTIAN
    avatar 5030
    BENAGUSTIAN #Kamis, 24 Jan 2013, 22:55 WIB
    weh weh ngak pecah tuh betisnya ngayuh sepeda bang? haha
    ya nggak dong, kan pakai betis cadangan, yang asli disimpen di rumah :)
  • KEKE NAIMA
    avatar 5032
    KEKE NAIMA #Jum'at, 25 Jan 2013, 21:15 WIB
    kok jd trauma.. hihi..
    jalan rusaknya yang bikin trauma...
  • DIDI
    avatar 5033
    DIDI #Sabtu, 26 Jan 2013, 09:18 WIB
    Wah keren nih blusukannya. Boleh dong ikut kapan2.
    boleh, follow twitter ane yah
  • UCHUL
    avatar 5034
    UCHUL #Sabtu, 26 Jan 2013, 18:02 WIB
    Pantai sebelah parangtritis itu paling dekat bukannya parangendog ya? walau batasnya
    nggak terlalu jelas, tapi dah beda kabupaten lho.
    Kalau yang semacam bekah yang dekat parangtritis itu ada di daerah gua langse, tapi
    jalannya ya hampir sama kayak yang di bekah.
    Jalan kaya gitu walau naik motor emang tetap bikin awawa, terakhir lewat jalan kaya gitu
    waktu ke pantai Krokoh, dan pas balik lewati tanjakan motor saya gak kuat karena
    jalannya licin habis hujan, untungnya dibantu warga buat dorong-dorong. Hadiahnya
    goresan2 di kaki yang masih membekas :D
    iya ya? mestinya Parangendog ya? Wah saya khilaf sekali waktu itu, mestinya nggak perlu jd trauma kayak gini
  • YULIASLOVIC
    avatar 5037
    YULIASLOVIC #Selasa, 29 Jan 2013, 16:45 WIB
    Waaa kpn jalannya mau di aspal ?
    pengen kesana lagi :D
    katanya tahun 2013 ini Kang, kaaataaanyaaaa...
  • DENCS
    avatar 5048
    DENCS #Selasa, 5 Feb 2013, 02:27 WIB
    wedeww tu kan pondok AA YKPN.. setiap kamis malm jumat yg bikin pondok (dosen,
    direktur, krywn yg seneng mancing) mesti mncing d situ..
    kayane sih bro, melepaskan penat dunia perkuliahan, hahaha
  • SASTRO
    avatar 5067
    SASTRO #Jum'at, 15 Feb 2013, 07:59 WIB
    Saya baca cerita ini jadi mesam-mesem kecut,karena pengalaman yang aku alami hampir
    sama.Tambah pakai acara jatuh lagi,tapi aku ora kapok mas,pingin lagi kesana....indahnya
    pokoke POOL....apalagi kalau pas ada ikan -ikan besar loncat-loncat di lautan...lali bali
    lali bali dan wegah bali itu bedanya tipis lho, apalagi kalau sudah kebayang jalan rusak itu...
  • WAEHYU.SANCAKA
    avatar 5082
    WAEHYU.SANCAKA #Senin, 18 Feb 2013, 07:22 WIB
    stengah jln naek motor, ban ane kempes gan. . .
    cba byangin nyurung sak kemenge. . . :D
    ternyata kita senasib sepenanggungan ya! >.<
  • PAKDHETIMIN
    avatar 5130
    PAKDHETIMIN #Selasa, 5 Mar 2013, 15:34 WIB
    trauma po? kayaknya kecanduan...jangan lupa misi curug jg msh banyak yg tersembunyi, jgn terlena dg pantai saja hehehe
    pantai di musim kemarau, curug di musim hujan
  • PAMULATSIH DWI
    avatar 5157
    PAMULATSIH DWI #Kamis, 21 Mar 2013, 09:19 WIB
    mirip dengan pantai kesirat,,sebelah baratnya pantai gesing,,
    jalannya juga kurang lebih sama,,,
    dulu pernah kesana juga karena keblasuk...
    besok tak coba ke Kesirat kalau masih sanggup, hahaha
  • HARYADI SUBASTIAN PAWIROD
    avatar 5265
    HARYADI SUBASTIAN PAWIROD #Kamis, 9 Mei 2013, 04:01 WIB
    keren bgt !!!!! jd pnsaran nih....
    sekarang akses jalannya sudah baik
  • IWAN ORANG BEKAH
    avatar 5348
    IWAN ORANG BEKAH #Minggu, 16 Jun 2013, 11:00 WIB
    mantabb ya kalau sekarang mau ke bekah sudah jadi jalan nya pokoknya kalau mau naik apa aja udah enak....tapi jalan nya naiiiiikkkkkkk turun,,hhee jgan kapok lahhh heee
    wah mantap! kalau mobil papasan lewat jalannya itu bisa nggak? parkir mobilna dimana? Kalau turunan terjal menuju ke pantai itu apa harus dilalui mobil buat ke pantai?
  • YOSHUA
    avatar 5364
    YOSHUA #Selasa, 25 Jun 2013, 16:57 WIB
    Saluut untuk anda Wij and the Team ...
    saya kira orang Jogja eeehh nggak tahunya orang P Labu .... deketan saya orang Cinere
    bisa masuk Ring Of Firenya Metro Tv versi Byciclenya nih ...
    Ok sukses selalu untuk Anda and the Team
    hahaha, orang Cinere toh? Salam kenal yah! Mungkin lebih tepat disebut "Ring of Falls" hehehe
  • IHSAN ASH SHIDDIQI
    avatar 5839
    IHSAN ASH SHIDDIQI #Jum'at, 7 Mar 2014, 11:28 WIB
    wow
    saya naik motor aja capek
    pernah sih coba jalan kaki, tapi cuma dari rumah pak dukuh temon
    bekah memang keren
    sayang saya belom coba mancing di sana
    Asalkan jalannya udah mulus, semua enak! Kalau masih jelek ya... duh...
  • DEVY
    avatar 6100
    DEVY #Sabtu, 24 Mei 2014, 21:13 WIB
    halo mas.. aku mau curhat juga ni.barusan td siang q juga jalan-jalan sama pacar,
    memang biasanya kita klo maen g jelas kemana nya, prnah juga kita jln kaki menyusuri
    pantai nyari muara pertemuan kali progo dan laut selatan. nah td siang g sengaja pas
    kita jalan2 naek motor di daerah panggang nemu tulisan petunjuk jalan "laut
    bekah".karena penasaran..kita carilah tempat trsebut dengan mengikuti ptunjuk arah.
    sampailah di jalan penderitaan yg disebut diatas,jalanan terjal dengan batuan runcing..(ini
    sudah tahun 2014 loh!) karena motor matic dengan monoshock maka susah buat
    boncengan dengan jalan yg bebatuan, maka saya jalan kaki menyusuri jalan trsebut
    ..kami berdua tidak tau apa2 tentang lokasi laut bekah jarak brp kilo, kami hanya
    berharap segera melihat laut saja. setelah berjalan lumayan jauh hari semakin sore,
    dengan putus asa akhirnya kami tidak sampai tempat laut bekah itu berada, akhirnya
    kami putar balik dengan jalan kaki lagi...sungguh sia sia.. nah sampai rumah kita berdua
    baru bisa searching laut bekah ...subhanalloh puji tuhan.. ternyata keren banget di
    foto2... nyesel kita g sampai tujuan hari ini.. :-(
    Halo mbak Devy terima kasih sudah curhat panjang lebar di sini. Besok-besok dicoba lagi ya mbak ke Tebing Bekah, hahaha. Datangnya lebih pagi mbak biar masih semangat meniti jalan penderitaan yang ternyata masih tetap sama... menyedihkan ya...
  • NBSUSANTO
    avatar 6116
    NBSUSANTO #Selasa, 27 Mei 2014, 21:41 WIB
    duh jadi penasaran ik.. iku nek dari pertigaan panggang ambil jalan arah JLS parangtritis yo
    mas?
    Yoi, dari pertigaan Panggang arah ke Parangtritis (yang nanti ujungnya di deket SD Negeri Nanas). Sebelum sampai ke SD Nanas belok ke selatan arah dusun Temon.
  • DYAH
    avatar 6666
    DYAH #Sabtu, 8 Nov 2014, 18:04 WIB
    kamar mandinya msh bersih ya itu.. awal september kmrn aku ksana kamar mandinya masyaallah~ tp pondok yg utk mancing itu udh ditembok (batako)
    Weleh! Mungkin udah lama banget nggak ada yang mancing ke sana mbak. Jadinya lama nggak dikuras kamar mandinya. Tapi daripada membatako pondoknya lebih baik jalannya disemen saja yang rusak itu hahaha.
  • DYAH
    avatar 6681
    DYAH #Selasa, 11 Nov 2014, 12:13 WIB
    bener mas, tinggal 1km an kok yg batu2 itu..
    Kapan-kapan kalau lewat sana lagi tak mampir :D
  • TARI
    avatar 6780
    TARI #Sabtu, 29 Nov 2014, 09:13 WIB
    Amazing
    Keren!
  • BAYUWALKER
    avatar 6783
    BAYUWALKER #Senin, 1 Des 2014, 15:17 WIB
    Saya sama temen2 saya 8 orang pernah ngikuti jejak njenengan mas,
    gowes ke laut bekah PP alhasil paginya seluruh badan sakit semua
    hahahahaha....
    Yg terkenang mesti jalan batunya kan? Hahaha :D Kalau ke Pantai Ngunggah udah pernah dicoba belum?
  • BAYUWALKER
    avatar 6789
    BAYUWALKER #Rabu, 3 Des 2014, 13:36 WIB
    Laut bekah selain jalan batunya, juga nuntun sepedanya mas yg terkenang hahahaha... Pantai Ngunggah belum di coba mas, baru mau nyoba pas libur mas biar waktunya selo hehehehe....

    kapan-kapan mas kalo gowes blusukan ke tempat baru saya diajak mas hehehe...
    Lha tempat baru kan medannya nggak jelas. Nanti dirimu kapok dan trauma nggak? :p
  • ERI W
    avatar 6984
    ERI W #Selasa, 13 Jan 2015, 23:35 WIB
    Slam knal mas.....heheh aq wong asli purwosari mas
    (omah q crak sumber air ngeleng...ingat gak?) tpi lagi
    minggu tgl 11 jan 2015 nng laut bekah....jan jos
    pokoke dalane.....saiki sek urung dicor pling 1 km an
    mas....
    Salam kenal! Kalau mampir Ngeleng lagi bisa mampir nih, hehehe. Yang belum dicor 1 km itu berarti sebelum turunan terjal ke tebingnya itu?
  • ERI
    avatar 7011
    ERI #Minggu, 18 Jan 2015, 06:03 WIB
    Iya seblm turunan trjal itu.....dulu pas ksana
    turunannya itu udaj di cor blum?
    turunannya udah dicor sih
  • CONNI LANDROVER
    avatar 7154
    CONNI LANDROVER #Senin, 16 Feb 2015, 14:01 WIB
    mantap om...baru seminggu yang lalu aku kesana pake motor matik...n sungguh luaaarr bianaasaaaa...motorku langsung rusak parah wkwkwkwk...
    Tp keindahan yg didapat di laut bekah memang luar biasa....salut bgt om karna bisa selamat sampai sana dgn bersepeda...
    Aku pun jg kapok klo harus kesana dgn motor lg wkwkwkwk
    Besok kita ke sana lagi kalau jalan ke sananya udah dibeton ya, wakakakak :D
  • FAJAR SAKTI
    avatar 9248
    FAJAR SAKTI #Rabu, 17 Feb 2016, 07:11 WIB
    wingi sore (16 feb 2016) aku seka tilih mbah (mantan) lurah jetis saptosari njukmampir ngobaran ngrenehan nguyahan, gesing.. mulihe wis meh belok ke arah laut bekah.. lha tikno udan deres njuk rasida. misale sida ki njuk dadi apa aku tekan kono.. suk meneh lah.. ketoke kok jian le asyik.. jalan kesengsaraan.. ketoke menantang.. diliwati..
  • KARLA
    avatar 9624
    KARLA #Jum'at, 29 Apr 2016, 00:16 WIB
    Wah sy sebulan yang lalu juga kesana. Sampai 2016
    ini jln penderitaan ttp ada. Jadi ttp ngerasa jalan
    kaki jg krn kasian sama si ban motor. Dan krn gk
    bawa kamera selang beberapa hari balik lagi
    kesana. Gak kapok pokoknya. Terbayar sih dengan
    indahnya laut bekkah. Kemarin baru ngetrip ke
    pantai nglangkap. Ada jalan penderitaan jg tp gak
    setajam bekkah. Namun harus jalan sejauh 3km
    baru nyampe. Pantainya jg masih alami. Sayangnya
    ktemu tukang ukur yg katanya pantai jogja mau
    dibuatbresort sejauh 160ha. Wow. Buat masyarakat
    ssh dong menikmati daerahnya sndri nti