Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 30 Juli 2008, 15:58 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Keraton Ratu Boko dan aku sepertinya bukan jodoh yang cocok. Sudah beberapa kali aku kemari, tapi selalu dapat kondisi langit yang mendung dan berawan.

 

Nah, kebetulan karena lokasi KKN ku agak dekat dengan Keraton Ratu Boko, maka di hari Jum’at pagi (25/7/2008) aku memutuskan untuk pergi ke Keraton Ratu Boko. Apalagi kalau bukan untuk memotret. Benar-benar pantang menyerah ya?

 

Niatku di pagi hari itu untuk pergi seorang diri ke Keraton Ratu Boko sirna karena ketahuan oleh Angga dan Mas Ferry. Tentu saja, mereka berdua meminta untuk diajak ikut serta.

 

Foto Anggara Indra Putra dan Ferry di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Ke Keraton Ratu Boko ditemani dua mahasiswa ini.

 

Eh, sebetulnya aku ke Keraton Ratu Boko di pagi hari itu bukan kunjunganku yang pertama selagi aku KKN. Di hari Kamis sore (24/7/2008) aku bersama Hamidah, Catur, Irsyad, dan anak-anak TPA Al-Mubarok pergi rekreasi ke Keraton Ratu Boko. Yang bikin seru adalah, kami menempuh jalan kampung melintasi bukit. Tentu saja dengan suasana yang dikelilingi oleh pepohonan yang menjulang tinggi dan daun-daun yang berserakan. Serasa outbond, hehehe.

 

Foto Hamidah dan Catur Atmaji di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Rute outbond ke Keraton Ratu Boko.

 

Update 27/1/2009

Dua Rute, Dua Sensasi ke Ratu Boko

Ada dua rute yang dapat digunakan untuk menuju Keraton Ratu Boko. Rute pertama adalah melalui “jalur resmi”. Di lampu lalu lintas pertigaan Pasar Prambanan, kita berbelok ke arah kanan (arah selatan) menuju Jl. Prambanan – Piyungan. Ikuti saja jalan raya tersebut sampai ketemu papan petunjuk berwarna hijau yang mencantumkan arah Keraton Ratu Boko.

 

Jika mengikuti rute ini kita akan tiba di pintu utama Taman Wisata Keraton Ratu Boko dan dipungut retribusi Rp7.000 per orang, Rp1.500 untuk kendaraaan roda 2, dan Rp5.000 untuk kendaraan roda 4. Namanya juga jalur resmi ya mesti bayar toh?

 

Foto Gapura Utama Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Kalau cuaca cerah, Gunung Merapi bisa terlihat.

 

Nah, rute kedua ini adalah melalui “jalur outbond. Tepat di tugu perbatasan provinsi DI Yogyakarta – Jawa Tengah di daerah Prambanan, kita berbelok ke kanan (arah selatan) untuk memasuki jalan kecil, menyebrangi rel kereta api, dan hingga sampai ke SMP Negeri 2 Pereng.

 

Kendaraan bisa dititipkan di SMP tersebut. Kemudian dilanjut berjalan kaki mendaki bukit hingga sampai di Dusun Sumberwatu. Sesampainya di Dusun Sumberwatu tinggal tanya saja kepada penduduk sekitar arah menuju Keraton Ratu Boko.

 

Bila mengikuti rute ini kita dapat tiba di beberapa lokasi di dalam Taman Wisata Keraton Ratu Boko dan tidak dipungut biaya retribusi alias gratis. Tapi kalau ketahuan petugas ya... mbuh...

 

Sejarah Keraton Ratu Boko

Menurut Prasasti Abhayagiri Vihara berangka tahun 792 Masehi yang ditemukan di kawasan situs Ratu Boko, dahulu kala situs Ratu Boko ini disebut sebagai Abhayagiri Vihara yang memiliki arti vihara di atas bukit (giri) yang penuh dengan kedamaian (abhaya).

 

Prasasti Abhayagiri Vihara juga menyinggung nama salah seorang raja di Kerajaan Mataram Kuno (Kerajaan Medang) bernama Rakai Panangkaran yang memerintah pada kurun waktu 746 – 784 Masehi. Setelah purna jabatan, Rakai Panangkaran membangun vihara bernama Abhayagiri Vihara sebagai tempatnya mendalami ajaran Buddha.

 

Foto Candi Pembakaran di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Bangunan yang disebut sebagai Candi Pembakaran.

 

Foto Miniatur Candi di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Seperti miniatur candi Hindu.

 

Pada masa pemerintahan raja Rakai Walaing Pu Kumbayoni, Abhayagiri Vihara diubah menjadi benteng pertahan semacam keraton. Hal ini dikuatkan oleh isi Prasasti Siwagrha yang menyebutkan adanya tumpukan batu-batu pertahanan di puncak sebuah bukit.

 

Foto Tembok Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Bentuknya mirip tembok pertahanan kan?

 

Foto Reruntuhan Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Apa dahulunya batu-batu ini menyusun suatu bangunan kerajaan?

 

Foto Talang Air di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Banyak talang air menandakan konstruksi bangunan ini diperhitungkan matang.

 

Nama Ratu Boko sendiri memiliki arti sebagai Raja Bangau. Menurut legenda setempat, Ratu Boko adalah ayah dari Roro Jonggrang yang erat kaitannya dengan Candi Prambanan. Bisa jadi pula dahulu kala lokasi ini dihuni oleh burung bangau.

 

Foto Mata Air di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Apa orang zaman dulu ya memanfaatkan mata air ini?

 

Foto Keputren di Keraton Ratu Boko, Prambanan pada Oktober 2008
Kolam pemandian selir yang disebut Keputren kini jadi tempat mandinya sapi.


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • PEIN
    avatar 224
    PEIN #Senin, 2 Mar 2009, 07:05 WIB
    Mas,mas, mau nanya...............
    ke Kraton Ratu BOko ada angkot yang menuju ke sana ga ?
    Angkot yang kesana sih nggak ada, tapi bisa aja nyewa ojek dari Terminal Prambanan.
  • PEIN
    avatar 228
    PEIN #Selasa, 3 Mar 2009, 11:38 WIB
    Omg.............kira2 ongkirnya brpa ?
    sekitar 5.000 atau 10.000. Paling mahal 20.000, makanya bisa di-nego kok.
  • LUCIA
    avatar 932
    LUCIA #Senin, 13 Jul 2009, 12:19 WIB
    kira2 dulu ratu boko thu fungsinya apa ya??? semacam kerajaankah..suka berandai2 kalo kesana
    Keraton Ratu Boko itu dulunya istana mbak, ada juga sumber lain yang mengatakan kalau tempat itu dulunya vihara bagi pendeta Buddha.
  • YUNITA
    avatar 1177
    YUNITA #Minggu, 16 Ags 2009, 16:07 WIB
    wOew...udah liat beberapa hasiL hunting fotomu...gUUd..!aku suka langitnya...ngga nyangka ternyata di jOgja ngga cuma pRambanan doank..
    jadi pengen hUnting foto juga di candi-candi itu...
    ayo mbak kapan-kapan hunting foto bareng di Ratu Boko
  • WISNU H
    avatar 1333
    WISNU H #Senin, 7 Sep 2009, 06:50 WIB
    bila lewat sumber watu, beberapa ratus meter dari situs goa ratuboko, yang terdapat pada lembah hamparan sawah penduduk ratuboko, terdapat situs arca budha yang belum selesai. Kemungkinan tempat pembuatan arca. Ada sekitar 4 arca, dua diantaranya terpendam dalam tanah. Aku ke sana diantar penduduk setempat lho. Hayo cari yaaa...
    Berburu arca di dalam hutan, hmmm....ada dimana yah?
  • ARGIN
    avatar 1353
    ARGIN #Selasa, 8 Sep 2009, 09:56 WIB
    good pic..
    trims mas
  • VIZON
    avatar 2087
    VIZON #Sabtu, 16 Jan 2010, 21:22 WIB
    Wij, ada temanku yang bertanya soal Ratu Boko. Benarkah sunset di sini sangat indah?
    ya, karena letak Keraton Ratu Boko ada di puncak bukit.
  • DOEL
    avatar 4734
    DOEL #Kamis, 26 Jul 2012, 09:46 WIB
    Sayang banget tiketnya mahal pisan, klo ga salah 40rb gt...klo mau paket, beli aja tiketnya di prambanan, ntar setelah selesai di pramabana bisa dianter ma pengelola ke ratu bokonya..
    saya sih tau jalan belakang ke Kompleks Ratu Boko yang nggak usah bayar, hehehe.
  • CRP
    avatar 5026
    CRP #Kamis, 24 Jan 2013, 16:26 WIB
    mas, kalo pake sepeda lewat jalan alternatif, (diliat dari medannya) bisa dipake ga
    sepedanya? atau harus dititipin ke SMPnya juga?
    sepeda bisa diparkir di hutan, masuk area sih bisa aja, tapi kalau ketahuan petugas yaaa...
  • MUDJIONO
    avatar 10286
    MUDJIONO #Kamis, 3 Nov 2016, 10:27 WIB
    APA DULUNYA JUGA TEMPAT NGGUYANG SAPI, SEPERTI FOTO DIATAS
    iyo Bos! ora gur wedhus thok!
  • ANDARU TAUFIK
    avatar 10867
    ANDARU TAUFIK #Sabtu, 27 Mei 2017, 23:46 WIB
    mass rute yg gratis lewat mn??? heee
    Lewat kampung-kampung di sekitar Dusun Sumberwatu (dekat resor Sumberwatu Heritage). Tapi nggak tahu sekarang masih bisa masuk ilegal lewat situ apa nggak.