Petualangan Si Pink di Dusun Turen
Mentari belum bersinar terik tatkala embun terakhir menetes dari hijaunya dedaunan padi. Dengan menggendong ransel di kedua bahunya yang mungil, seorang gadis berbusana pink melangkah keluar dari rumah. Hari ini, ia akan berpetualang mengelilingi dusun yang menjadi tempat tinggalnya.
Si Pink, begitu ia disebut, melangkah perlahan meniti seonggok bambu yang melintang di atas sebuah sungai kecil. Menyusuri sawah-sawah yang merona hijau ditemani riuhnya alunan mentok yang tengah bersantap ria.

Di mana lagi engkau bisa merasakan hembus angin pagi di sekeliling hamparan sawah? Sesuatu yang amat jarang dijumpai bagi si Pink yang menghabiskan hari-harinya di tengah hiruk-pikuknya perkotaan.

Merasakan dinginnya air sungai di sela-sela jemari kaki. Mengalir perlahan membawa serta yuyu yang menumpang arus. Suasana damai yang mewujud menjadi keajaiban kecil.
Tibalah si Pink di penghujung sungai. Terbentang di hadapannya dam yang berdiri kokoh. Air mengalir menuruni dinding dam. Irama merdu dari gemerisik alam ciptaan sang Ilahi. Let it be her sanctuary.


Si Pink melangkah lebih jauh keluar desa. Orkestra para mentok, berganti menjadi koor para kambing. Penasaran, si Pink mendekati sumber suara. Rupanya, kawanan kambing tengah menanti diberi pangan.

Kelak sore hari, di Pusat Inkubator Agribisnis, para kambing itu kan diperah susunya. Rupa seekor kambing menyembul dari dalam kandang. Si Pink diam mengambil jarak, tatkala semerbak wewangian khas para kambing mampir di hidungnya. Hihihi, bau ya?

Sebuah joglo berdiri di tengah ladang. Belum sepenuhnya selesai, namun membawa harapan. Joglo yang kelak menjadi pusat dari sebuah desa wisata yang tengah dirintis. Impian yang semoga kan terwujud. Si Pink asyik memetik bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar joglo.

Kala mentari semakin terik, si Pink tiba di sebuah tanah lapang. Berbatas sungai dan kompleks hunian. Si Pink duduk melepas lelah. Membayangkan dikelilingi rimbunnya pepohonan buah. Sungguh segar, menyantap buah di tengah panasnya hari yang beranjak siang.

Lamunannya buyar tatkala beberapa warga yang lewat terkikik melihat kelakuannya. Si Pink bangkit berdiri. Ia menatapku seraya berujar,
“Sayangkuu panas, ayo pulang...”

Dan petualangan kecil di Dusun Turen, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta berakhir sudah. Semoga kelak dusun ini kan menjadi desa wisata yang didamba-dambakan oleh warganya.













NIMBRUNG YUK!
Aku seko dusun Mendiro, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman...
Nderek nimbrung... :)