Pecel, Baywatch, dan Mbah Warno
Saya yakin, kita semua kenal dengan santapan pecel. Sungguh kebangetan kalau pembaca tinggal di Jawa tapi belum pernah menyantap pecel. Hingga, kita semua mungkin jenuh menyantapnya. Apa sih istimewanya pecel? Toh cuma rebusan sayur-mayur yang disiram sambal kacang?
Tapi, hidangan pecel yang sederhana tetap mampu menggoyang lidah tatkala diracik oleh juru masak yang piawai. Apalagi kalau pecel tersebut menyandang nama unik yang membuat kita terheran-heran.
Seperti beberapa hari yang lalu, saat sahabat SPSS dikenalkan dengan Pecel “Baywatch” Mbah Warno.
Apa pula itu Pecel “Baywatch” Mbah Warno?
Jujur, ini hanya sajian pecel pada umumnya kita menyebut sajian itu pecel. Berupa nasi yang ditata bersama rebusan daun bayam, tauge, daun pepaya, serta bunga turi yang disiram sambal kacang. Sederhana kan? Sesederhana pula harganya yang hanya Rp 5.000 plus minum.
Mengapa pecel ini menyandang nama “Baywatch” adalah karena sang juru masak, Mbah Warno, hanya mengenakan kaos kutang dan jarit. Oke, saya jelas paham bahwa bikini Baywatch dan kaos kutang Mbah Warno adalah dua hal yang sangat berbeda jauuuh. Yah, mungkin istilah tersebut tercetus dari fantasi liar seorang pria lajang yang terbius oleh kelezatan pecel Mbah Warno. :p
Saat ini, istilah tersebut telah menjamur layaknya merk dagang. Kalau menyebut nama Pecel “Baywatch”, pastilah merujuk pada warung pecel mbah Warno. Siapa sangka kalau lokasi warung berada tak jauh dari Desa Kasongan yang terkenal dengan sentra kerajinan gerabahnya. Tepatnya di Dusun Semanggi, Kel. Sembungan, Kec. Kasihan, Kab. Bantul.
Sudahlah, segera usir rasa heran itu dengan menyantap pecel Mbah Warno. Jangan lupakan juga sajian pelengkapnya seperti mangut lele, belut goreng, tahu susur, bakmi goreng, aneka gorengan, dan kalau beruntung anda akan menemukan wader goreng. Hmm…nyam!
Jadi, kapan bersantap ke warung pecel “Baywatch” Mbah Warno? Buka mulai jam 9 pagi lho.

























NIMBRUNG YUK!
kemaren itu cuma lele ditusuk bambu trus di goreng ...
aku kangen makan kembang turi jeh... di jakarta angel
salam sy,
mhon do'a jg atas brita duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/
sudah saya kunjungi situsnya mba :)
Cari ah... :)
@eka, di dekatku ada lho pecel kembang turi...mantep maknyus
Tapi kok tumben ya, foto menunya kok dikit ??
pokoke tambah sukses wae... BY. cah bantul