Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Rabu, 1 Desember 2010, 11:02 WIB

Etika Berwisata Alam

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak alam!
  3. Patuhi peraturan dan tata krama yang berlaku!
  4. Jaga sikap dan sopan-santun!
  5. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  6. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Kali Gendol adalah nama salah satu sungai di Yogyakarta yang berhulu di lereng Gunung Merapi. Bila mengacu dari Kota Jogja, letak Kali Gendol ini ada di sisi timur, dekat perbatasan wilayah dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

 

Pada bencana erupsi kedua Gunung Merapi yang terjadi pada tanggal 5 November 2010 silam, Kali Gendol turut terkena imbasnya sebagai jalur aliran awan panas erupsi. Pemukiman-pemukiman warga yang berada di sekitar Kali Gendol rusak parah. Khususnya pemukiman yang berada di wilayah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

 

Jatuhnya banyak korban jiwa pun tak terelakkan. Sebabnya, peristiwa luncuran awan panas terjadi di malam hari. Apalagi, jarak pemukiman dari Kali Gendol terbilang sangat dekat.

 


 

Pada hari Rabu (24/11/2010), saat aktivitas vulkanik Merapi pelan-pelan mulai reda, aku bersama Pakde Prap beserta Mas Gandung – salah satu pengungsi dari Desa Cangkringan – menyusuri Kali Gendol yang kini telah rata dengan pasir dan batu. Kami mencoba mengamati dari dekat, seperti apa wujud Kali Gendol setelah terimbas awan panas Merapi.

 

barikade pohon yang terbakar untuk menghalangi warga umum mendekat ke Kali Gendol pasca erupsi Merapi 2010
Jalan menuju Sabo Kali Gendol sengaja ditutup oleh pepohonan yang tumbang agar pengunjung tidak mendekat.

 

 

warga berpose dengan watu manten, batu besar di Kali Gendol yang terbawa awan panas erupsi Merapi tahun 2010
Batu berukuran raksasa (warga setempat menyebutnya Watu Manten) turut terbawa aliran lahar dingin.

 

 

rumah salah seorang warga desa di Cangkringan yang hangus terbakar terkena awan panas erupsi Merapi tahun 2010
Rumah seorang warga di Cangkringan yang rusak diterjang awan panas. Jaraknya hanya 5 meter dari Kali Gendol.

 

 

sejumlah warga desa erupsi Merapi 2010 yang mengungsi kembali ke desa mereka di Cangkringan dan berpatroli
Beberapa pengungsi yang datang kembali dari posko melakukan penyisiran keamanan di sekitar desa mereka.

 

 

Pemandangan kali Gendol yang tandus setelah terkena awan panas dari erupsi Merapi tahun 2010
Kali Gendol yang dahulu kala dikelilingi hijaunya pepohonan kini tak ubahnya padang pasir membara.

 

Berjuta-juta kubik pasir vulkanik Merapi yang memenuhi Kali Gendol adalah berkah yang tak terkira. Pasir vulkanik ini sangat bagus sebagai campuran beton, sebab memiliki kandungan silika yang tinggi.

 

Namun sayangnya, ada indikasi bahwa berkah ini akan dinikmati oleh perusahaan-perusahaan penambangan. Bukan oleh warga sekitar Kali Gendol yang menjadi korban luncuran awan panas. Semoga saja, kabar tersebut tidak benar. Toh, timbunan pasir itu lebih dari cukup untuk membangun kembali satu kecamatan.

 


 

Kunjungan singkat kami ke Kali Gendol ini membuka wawasan, bagaimana alam meluluh-lantakkan kehidupan, namun di sisi yang lain membawa berkah lain untuk kehidupan.

 

Bagaimana menurut Pembaca?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • SARI
    avatar 3490
    SARI #Rabu, 1 Des 2010, 20:58 WIB
    Berakit rakit ke hulu, berenang ketepian
    Bersakit sakit dahulu, bersenang kemudian
    mau renang di Kali Gendol po nduk? :p
  • SUKE ASLI SEMARANG
    avatar 3491
    SUKE ASLI SEMARANG #Kamis, 2 Des 2010, 02:57 WIB
    waw... dahsyat sekali kekuatannya...
    Subhanallah...
  • TURTLIX
    avatar 3492
    TURTLIX #Kamis, 2 Des 2010, 13:47 WIB
    OMG! What is that? *nglindur*
    kuwi wedi Paklik :p
  • CERITAEKA
    avatar 3493
    CERITAEKA #Kamis, 2 Des 2010, 16:56 WIB
    Semoga bisa dimanfaatkan buat yg lebih berhak yah Wij..
    asal jangan ditambangi oleh perusahaan aja mba :p
  • UHA
    avatar 3498
    UHA #Jum'at, 3 Des 2010, 11:09 WIB
    Wah,, kalau sungainya kayak gitu ada nggak ya yang mau mandi disitu??
    kalau mau mandi pasir ya monggo :p
  • WARM
    avatar 3499
    WARM #Senin, 6 Des 2010, 16:52 WIB
    makasih infonya, mas
    saya ga sempet naik lagi
    sekarang kalau naik udah aman Kang :)
  • PEIN
    avatar 3500
    PEIN #Selasa, 7 Des 2010, 20:10 WIB
    Memang, hanya mereka yg menambang pasir yg bisa dapat berkahnya,,,,
    Fotonya bagus juga :D

    Mas,
    Link saya kok belum dipasang ??
    (',' ) clingak
    ( ',') clinguk
    ini udah aku pasang linknya, maklum akhir-akhir ini sibuk..
  • VIZON
    avatar 3501
    VIZON #Jum'at, 10 Des 2010, 09:11 WIB
    Begidik juga melihatnya ya Wij, apalagi kalau melihat secara langsung.
    Semoga "berkah" Merapi itu benar-benar dinikmati oleh warga setempat.
    Semoga para pemilik tambang memiliki hati nurani...
    kabar terakhir katanya Pak Sultan sudah memerintahkan Bupati Sleman untuk "menguasai" beberapa titik penambangan agar bisa ditambang warga setempat...
  • MEY
    avatar 3515
    MEY #Rabu, 15 Des 2010, 11:41 WIB
    ini adalah kiamat kecil tapi begitu dahsyat....

    semoga Merapi bener bener sudah redam .....
    di kemudian hari bakal meletus itu pasti, namun berharap saja persiapan untuk menghadapi letusan di kemudian hari lebih baik dari saat ini...
  • BERWISATA
    avatar 3717
    BERWISATA #Sabtu, 12 Mar 2011, 14:40 WIB
    Mblusuk, tulisan dan foto nya menarik - saya izin 1 foto untuk blog tulisan saya. Salam berwisata di negeri sendiri
    Monggo :)
  • RITA
    avatar 4168
    RITA #Senin, 15 Ags 2011, 14:16 WIB
    semoga merapi cepat pulih kembali...
    Amin...