Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Minggu, 7 November 2010, 06:54 WIB

Kali-kali (sungai) yang mengalir di tengah kota Jogja, ibarat urat nadi yang menghubungkan Gunung Merapi dengan laut selatan. Kali-kali itu memberi kehidupan bagi setiap peradaban yang dilewatinya. Tak heran, jika hingga kini masih banyak manusia yang bermukim di dekat kali. Bukankah hidup dekat kali, berarti hidup dekat dengan air penghidupan?

 

Namun air kehidupan itu seakan sirna pada hari Jum’at (5/11/2010), ketika Gunung Merapi mengalami erupsi (yang diyakini) terbesar. Kali-kali itu menanggung tugas yang teramat berat, menampung muntahan lahar Merapi yang disebut dengan lahar dingin, yakni paduan material lahar panas yang telah menyatu dengan derasnya air kali.

 

Seketika itu pula, warna air kali berubah menjadi kelabu. Derasnya arus air serta debit air meningkat drastis. Sesekali, tampak batang-batang pohon dan bebatuan vulkanik menyembul ke permukaan.

 

Jikalau manusia bisa mengotori sungai, membuat kehidupan di dalamnya menderita. Maka alam, semestinya bisa berbuat hal serupa, yang bisa membuat manusia di sekitarnya menderita.

 

Endapan material lahar (kanan) di Kali Code Kota Jogja saat bencana erupsi Merapi 2010
Endapan material lahar (kanan) di Kali Code di Kota Jogja.

 

Ketinggian air Kali Code sedikit lagi menyentuh pemukiman warga saat bencana erupsi Merapi 2010
Ketinggian air Kali Code sedikit lagi menyentuh pemukiman warga.

 

Kondisi Kali Kuning di Cangkringan, Sleman saat bencana erupsi Merapi 2010
Sampah pepohonan di Kali Kuning, 15 km dari Puncak Merapi.

 

Kondisi dam Kali Kuning yang tersumbat saat bencana erupsi Merapi 2010
Bendungan Kali Kuning kesulitan mengalirkan air karena tersumbat sampah pepohonan.

 

Terima kasih untuk Rizky yang nekat berada 15 km dari Puncak Merapi sesaat setelah erupsi besar untuk mengambil foto Kali Kuning


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • UHA
    avatar 3454
    UHA #Minggu, 7 Nov 2010, 09:47 WIB
    Pertamax
    wedalah..
  • UHA
    avatar 3455
    UHA #Minggu, 7 Nov 2010, 09:48 WIB
    Setelah pertamax aman, baru comment..
    Bingung mw comment apa, coz dah ngliat langsung kalo yg Code.. tp yg
    dideket puncak blum.. ^^
    kalau mau nekat bisa motoran ke Jl. Kaliurang atas :)
  • SRIYONO SEMARANG
    avatar 3459
    SRIYONO SEMARANG #Minggu, 7 Nov 2010, 10:34 WIB
    Ngeri dah...
    alam berusaha membuat keseimbangannya, walau terkadang terasa ngeri....
    ngeri karena manusia itu takut mati
  • ZEE
    avatar 3457
    ZEE #Minggu, 7 Nov 2010, 13:47 WIB
    Setiap bencana mestinya bisa cepat ditangani. Yah tiap pemda pemkab hrsnya punya eskavator, helikopter, kapal selam klo perlu, jadi bantuan tdk terhambat. Sedih rasanya cuma bs melihat tanpa bs berbuat apa2 u/ mengurangi bertambahnya kerusakan.
    Sedihhhh banget tiap lihat di tv, wajah2 yg tersapu debu hitam. :((
    yah, tau sendiri Bu, anggaran kita minim untuk penanggulangan bencana, bahkan penyuluhan untuk penganggulangan bencana saja...amat sangat jarang dan tak mendetil...
  • PEIN
    avatar 3458
    PEIN #Minggu, 7 Nov 2010, 15:16 WIB
    Nyahaahaha,,,,,
    gambarnya bagus2 :D
    Pemilik Blognya kok malah sering pinjem foto orang lain ya ??
    Nyehehehehe....
    emang kenapa? temen-temen saya juga bisa motret kok
  • JEJAK ANNAS
    avatar 3464
    JEJAK ANNAS #Senin, 8 Nov 2010, 00:54 WIB
    sory mory baru berkunjung lagi. sebulan haiatus. hehehe.

    gimana mas masih berpetualang dengan komunitas gowesnya? hemmmm, tentu mas wijna meliburkan diri, atau komunitas mas utk sementara libur. buka kecapekan tapi solidaritas dengan korban bencana. Jangankan mas yg dekat, saya yang jauh saja, pengen rasanya bisa ada di jogja, utk sekedar membantu meski dgn tenaga.
    Gimana Kang matanya? udah sembuhkah?

    Iya Kang sementara libur dulu, di akhir pekan turun ke lapangan jadi relawan :)
  • OM YUDI
    avatar 3463
    OM YUDI #Senin, 8 Nov 2010, 10:19 WIB
    saya merinding lho kalo lihat gambarnya
    sedih pingin nangis
    sabar semua yah
    om yudi nyalam kenal
    salam kenal juga Om, mohon doanya ya
  • OMIYAN
    avatar 3462
    OMIYAN #Senin, 8 Nov 2010, 14:37 WIB
    semoga musibah ini segera berakhir dan berganti kemakmuran
    amiiin!
  • YUSTHA TT
    avatar 3467
    YUSTHA TT #Senin, 8 Nov 2010, 19:07 WIB
    haduh Rizkiiiii....
    kamu kok nekad banget sih..... >_
    maklum mbak, anak muda, masih punya nyali, wekekekeke
  • TUTI NONKA
    avatar 3468
    TUTI NONKA #Senin, 8 Nov 2010, 22:02 WIB
    Melihat foto kali Code, ngeri karena jaraknya dengan rumah penduduk begitu dekat, betul-betul mepet kali. Gimana kalau banjir?
    Melihat foto kali Kuning, ngeri karena tumpukan sampah pepohonan. Gimana kalau ada banjir lahar dingin? Bisa jebol jembatannya ... :-(
    Beberapa jembatan di Jl. Kaliurang atas memang sudah ada yang jebol Bunda. Berkah bagi warga itu Bunda, bisa menambang pasir di dalam kota :p
  • YACOB-IVAN
    avatar 3469
    YACOB-IVAN #Selasa, 9 Nov 2010, 08:52 WIB
    Mengerikan sekali...
    Ohya, karena kedalaman kali Code berkurang, alhasil banyak anak2 maupun beberapa orang yang bermain air di sana. padahal kandungan material pun saya rasa masih cukup berbahaya...
    tidak lama kemudian muncul berita: "Warga di sekitar Kali Code terserang penyakit kulit yang bla bla bla bla ... " Padahal, itu karena mereka bermain-main di air... duh duh duh...
    Biasa Cob, orang kita kan cepet lupa sama musibah... :p
  • TIA
    avatar 3477
    TIA #Minggu, 14 Nov 2010, 19:38 WIB
    gimana jogja sekarang mas? masih sering hujan abu? semoga merapi lekas membaik, amiin..
    Jogja banjir