Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Sabtu, 11 September 2010, 12:39 WIB

Di bulan Ramadhan tahun 2010 ini aku punya dua target. Pertama, menghapal satu surat pendek. Kedua, tarawih keliling ke Masjid Pathok Negara.

 

Untuk target yang pertama, Alhamdulillah Gusti Allah SWT masih memberi kemampuan buatku mengingat ke-19 ayat surat Al-A’laa. Nah, buatku, target kedua ini yang cukup menantang.

 

masjid gedhe kauman keraton yogyakarta di tahun 2010
Masjid Gedhe Kauman Keraton Yogyakarta

 

Jumlah Masjid Pathok Negara ada 5 buah yang tersebar di empat penjuru mata angin. Sesuai namanya, Pathok Negara berarti batas negara. Masjid Pathok Negara ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I sebagai batas Ibukota Yogyakarta. Selain sebagai batas negara, fungsi utama Masjid Pathok Negara adalah sebagai sebagai Pengadilan Agama sekaligus dakwah Islam di tapal batas Ibukota.

 

Dewasa ini, keberadaan Masjid Pathok Negara seakan terlupakan. Itu yang bikin aku makin penasaran untuk berkunjung ke sana. Menemukan candi saja bisa, masak menemukan masjid tua malah nggak bisa? Dan mumpung ini bulan puasa, kenapa nggak sekalian salat tarawih di sana? Ide bagus kan Pembaca?

 

Masjid Sulthoni Plosokuning (utara)

Masjid Pathok Negara ini letaknya di utara. Alamatnya adalah di Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

 

Untuk menuju ke sana biasanya aku mengikuti Jl. Kaliurang hingga km 9. Sebelum pertigaan lampu merah, ada pertigaan dengan jalan ke arah timur. Ikuti jalan tersebut sampai bertemu perempatan dengan empat petunjuk arah. Belok ke kanan untuk ke arah Minomartani yaitu lewat Jl. Plosokuning Raya. Ikuti terus jalan tersebut hingga sampai di Masjid Sulthoni Plosokuning.

 

masjid pathok negoro, sulthoni plosokuning, di minomartani, ngaglik di tahun 2010
Masjid Sulthoni Plosokuning

 

Arsitektur Masjid Sulthoni ini masih terjaga seperti saat masjid ini dibangun. Salat tarawih di masjid ini 23 rakaat (2 x 10 ditambah 2 + 1 witir), tanpa ceramah, dan dengan lafal bacaan dan gerakan yang cepat buanget! Yang menarik, jamaah masjid masih melafalkan shalawat dengan Gending Jawi yang kini kian langka.

 

Masjid ini berdekatan dengan rumah sahabat SPSS, Hertanto. Aku paling sering salat tarawih di Masjid Pathok Negara ini sebanyak 4 kali.

 

Masjid Jami’ An-Nur Mlangi (barat)

Masjid Pathok Negara ini letaknya di barat. Alamatnya adalah di Desa Mlangi, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

 

Untuk menuju kesana aku mengikuti Jl. Magelang hingga km 4 hingga sampai di pertigaan Jl. Jambon. Selanjutnya, ikuti Jl. Jambon hingga sampai di ringroad Pasar Jambon. Susuri ringroad ke arah selatan (kiri) hingga tiba di Rumah Sakit Queen Latifa. Tepat di seberang barat ringroad dari rumah sakit tersebut ada jalan menuju Desa Wisata Religi Mlangi. Di tengah desa itulah Masjid Pathok Negara berada.

 

Masjid ini adalah Masjid Pathok Negara yang terbesar. Itu karena bangunannya sudah direnovasi menjadi dua tingkat. Walau dengan begitu arsitektur aslinya menjadi korban.

 

masjid pathok negoro, an-nur mlangi, di mlangi, gamping di tahun 2010
Masjid Jami' An-Nur Mlangi

 

Sejarah Masjid Jami’ An-Nur Mlangi ini tidak lepas dari peran K.H Nur Iman yang memiliki nama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo, kerabat Sultan Hamengkubuwono I. Beliau ini nggak senang dengan perilaku abdi Keraton Yogyakarta yang sudah memeluk Islam tapi masih bertingkah seperti non-Islam. Beliau, sebagai seorang Pathok (pemimpin Pathok Negara), ingin “memulangkan” Islam seperti sedia kala. Karena itu, desa di mana beliau tinggal, diberi nama Mlangi yang berasal dari kata Mulangi (memulangkan).

 

Nuansa santri di masjid ini sangat kental. Itu sebab ada sekitar 10 pondok pesantren yang tersebar di desa Mlangi ini. Salat tarawih di masjid ini 23 rakaat (2 x 10 ditambah 2 + 1 witir) dan tanpa ceramah. Jamaah masjid juga masih melafalkan shalawat dengan Gending Jawi.

 

Masjid Ad-Darojat Babadan (timur)

Masjid Pathok Negara ini letaknya di timur. Alamatnya adalah di Desa Babadan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

 

Rute untuk menuju ke masjid ini adalah yang termudah. Arahkan saja perjalanan ke JEC (Jogja Expo Center). Dari Jl. Raya Janti di depan JEC itu ada sebuah pohon beringin yang menghadap ke sebuah pertigaan. Nah, salah satu jalan di pertigaan itu bernama Jl. Pathok Negara. Ikuti saja Jl. Pathok Negara hingga sampai di lokasi masjid.

 

masjid pathok negoro yogyakarta, ad-darojat babadan, di babadan,  banguntapan di tahun 2010
Masjid Ad-Darojat Babadan

 

Masjid ini punya sejarah yang cukup unik. Di masa Perang Dunia II, Masjid ini sempat digusur oleh penjajah Jepang. Karena desa Babadan hendak dijadikan pangkalan udara dan gudang senjata. Alhasil masjid beserta warga desa Babadan pindah ke Desa Babadan Baru yang letaknya di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, dekat dari Jl. Kaliurang km 7.

 

Baru pada tahun 1960, Masjid Pathok Negara di desa Babadan kembali didirikan. Pembangunan itu dilaksanakan semasa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono IX. Atas dukungan Sultan maka nama asli Sultan Hamengkubuwono IX, Ndoro Jatun, diabadikan menjadi nama masjid tersebut dengan nama Masjid Ad-Darojat. Masjid “pindahan” di desa Babadan Baru masih bertahan hingga kini dan diberi nama Masjid Sultan Agung.

 

masjid pathok negoro yogyakarta, sultan agung, di babadan baru, depok, di tahun 2010
Masjid Sultan Agung Babadan Baru

 

Salat tarawih di Masjid Ad-Darojat adalah 11 rakaat (2 x 4 ditambah 3 witir) dengan ceramah. Sedangkan di Masjid Sultan Agung adalah 23 rakaat (2 x 10 ditambah 2 + 1 witir) dengan ceramah.

 

Masjid Nurul Huda Dongkelan (selatan)

Masjid Pathok Negara ini letaknya di selatan. Alamatnya adalah di Dukuh Kauman, Dusun Dongkelan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

 

Rute ke Masjid ini adalah yang tersulit. Pertama, ikuti Jl. Bugisan ke arah selatan (Madukismo) hingga sampai di perempatan ringroad. Dari perempatan ringroad berbelok ke barat untuk menyusuri ringroad hingga sampai di gapura dusun Senggotan yang letaknya sebelum jembatan. Ikuti jalan dari gapura dusun Senggotan itu ke arah utara. Nah, lebih baik bertanya ke warga sekitar karena masjid nya tersebut terletak di tengah perkampungan yang banyak gang.

 

masjid pathok negoro yogyakarta, nurul huda, di dongkelan, tirtonirmolo di tahun 2010
Masjid Nurul Huda Dongkelan

 

Untuk bisa menemukan Masjid Nurul Huda ini aku perlu tanya orang kesana kemari. Sempat juga nyasar dan terpaksa tarawih bukan di Masjid Nurul Huda. Yah, mungkin Gusti Allah SWT pingin menguji apa reaksiku kalau ndak nemu Masjid Pathok Negara yang dimaksud. Salat tarawih di Masjid Nurul Huda adalah 11 rakaat (2 x 4 ditambah 3 witir) dengan ceramah.

 

Masjid Taqwa Wonokromo (selatan)

Masjid Pathok Negara ini letaknya di selatan. Alamatnya adalah di Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

 

Lokasi masjid ini deket banget dengan Pasar Jejeran yang kalau malam hari terkenal dengan sate klathaknya itu. Yaitu di Jl. Imogiri Timur km 10. Sebelum jembatan ada gapura di sisi kiri jalan. Nah, masuk ke sana saja.

 

Arsitektur masjid ini masih mempertahankan keasliannya. Serupa dengan Masjid Sulthoni di Plosokuning. Hanya saja ukuran masjid lebih besar.

 

masjid pathok negoro yogyakarta, takwa wonokromo, di wonokromo, pleret di tahun 2010
Bareng sahabat SPSS di Masjid Taqwa Wonokromo

 

Masjid Taqwa ini pernah masuk sebagai target perburuan takjil. Namun kami tak sempat Salat Tarawih disana, karena kami tergoda oleh kenikmatan sate klathak. Mungkin itu sebabnya, Gusti Allah SWT jadi mutung dan mengirimkan gempa bumi untuk mengingatkan kami. >.<

 

Menjelang akhir bulan puasa, aku kembali menyambangi Masjid Taqwa untuk Salat Tarawih. Walaupun cuaca hujan, celanaku basah, dan aku terpaksa salat pakai sarung tanpa bercelana. Hehehe. Salat tarawih di Masjid Taqwa adalah 23 rakaat (2 x 10 ditambah 2+1 witir) dengan ceramah.

 

 

Oh ya, Masjid Pathok Negara ini sebagian besar bernuansa Nahdatul Ulama. Hanya Masjid Nurul Huda Dongkelan dan Ad-Darojat Babadan yang bernuansa Muhammadiyah. Itu sebabnya kenapa ada masjid yang jumlah rakaat Salat Tarawihnya 11 rakaat dan 23 rakaat.

 

Jadi, selama bulan Ramadhan kemarin pembaca Salat Tarawih dimana?


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • R. INDRA KUSUMA SEJATI
    avatar 3263
    R. INDRA KUSUMA SEJATI #Minggu, 12 Sep 2010, 05:57 WIB
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
    Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
    Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
    Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan
    "Ejawantah's Blog"
    Mengucapkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
    Taqobbalallahu minna wa minkum
    Mohon Maaf Lahir Dan Batin

    Salam untuk keluarga.
    Salam juga dari saya :D
  • INDOMIELEZAT
    avatar 3264
    INDOMIELEZAT #Minggu, 12 Sep 2010, 14:27 WIB
    mohon maaf lahir batin
    episode masjid ploso sudah tuntas
    ramadhan depan mau hunting apa lagi?
    ;)
    wah itu tergantung? siapa tau tahun depan saya ndak bisa bebas keliaran kayak gini lagi :p
  • PUTUTIK
    avatar 3265
    PUTUTIK #Minggu, 12 Sep 2010, 23:00 WIB
    wis mantap bisa keliling terus ya, semoga ibadahnya berkah dari Alloh
    Amien :D
  • BENYKLA
    avatar 3266
    BENYKLA #Selasa, 14 Sep 2010, 15:07 WIB
    weee ada babadan baru, sebelah kos ku dulu tu masjid, tapi aku malah baru tahu sejarahnya.thanks dab
    saya juga baru tau sejarahnya pas nyari referensi tentang masjid Babadan deket JEC itu.
  • EM
    avatar 3267
    EM #Selasa, 14 Sep 2010, 17:55 WIB
    hoo, buat nulis ni artikel, butuh observasi 1bulan.
    Semoga perjuangan mpe ke masjid mendapat pahala extra, hehehe
    observasi, tarawih, dan memotret masjidnya, dilakukan pada waktu yang berbeda, selama bulan Ramadhan :p
  • VIZON
    avatar 3270
    VIZON #Selasa, 14 Sep 2010, 22:09 WIB
    wijna... aku sudah lama ingin mengetahui masjid pathok negara ini.
    tapi, belum kesampaian. Alhamdulillah, dirimu telah memberikan
    informasi yang aku butuhkan. terima kasih banyak ya... semoga tahun
    depan, akupun bisa bertarawih keliling ke masjid-masjid tersebut... :)
    Kalau gitu, tahun depan mari kita Tarawih bareng di Masjid Pathok Negara Uda :D
  • RASARAB
    avatar 3284
    RASARAB #Sabtu, 18 Sep 2010, 09:46 WIB
    wuih manteb, masjid diponegoro balai kota di kampung ku kok gak di liput
    :D
    masjid kecil itu? Yg kamu suruh aku shalat disana pas puasa itu? emang ada sejarah apanya Bal?
  • UHA
    avatar 3292
    UHA #Minggu, 19 Sep 2010, 14:16 WIB
    Jadi pengen ke masjid Sultoni Plosokuning,, itu air kan yg disekitarnya??
    iya itu air
  • OMIYAN
    avatar 3318
    OMIYAN #Selasa, 28 Sep 2010, 13:29 WIB
    bersykur banget mas masih bisa mengunjungi masjid masjid yang mempunyai nilai historisnya

    adapun diserang beberapa sudah tidak terawat bahkan tempat yang dulu bisa dibilang sebagai bukti kebesaran Kerajaan banten kini berangsur jadi tempat jualan dan mojok
    lha yang di Jogja ya sama Kang, kalau masjid kan fungsinya untuk beribadah, jadi ya terawat, selama masih ada yang beribadah disana, toh ada takmirnya.
  • MUTH
    avatar 3324
    MUTH #Rabu, 29 Sep 2010, 12:43 WIB
    hi... hmm..pernah ke Mlangi to?! rumah ku cmn dpan masjid lho..
    apresiasi bwt kamu karna masih punya niat untuk mengenal peninggalan sejarah khususnya peninggalan agama ISlam.
    depan masjid Mlangi kan jalan? ah ya kemarin itu karena shalat tarawih...
  • DODY
    avatar 3849
    DODY #Senin, 9 Mei 2011, 11:04 WIB
    Diantara semua masjid pathok negara mana yg paling tertua mas bro ?
    Masjid Keraton kayaknya deh.
  • TOTOK
    avatar 4818
    TOTOK #Rabu, 26 Sep 2012, 12:23 WIB
    Target rute sepeda berikutnya. Saya hanya pernah ke Wonokromo
    hahaha, kalau selo silakan keliling Pathok Negoro kang!
  • WILDAN
    avatar 5496
    WILDAN #Senin, 19 Ags 2013, 18:42 WIB
    Maturnuwun masbroo...
    rencana sama temen2 mw sepedaan keliling pathok negara. so far sih baru plosokuning yg pernah disinggahi. karna belum tau lokasi masjid yang lain. insyaALLAH dengan info lokasi yang ente kasih bisa terwujud sepedaan keliling pathok negara :D
    Alhamdulillah! Tetap nyepeda keliling masjid ya mas Bro!
  • JAMIK KEDIRI
    avatar 5510
    JAMIK KEDIRI #Minggu, 25 Ags 2013, 14:59 WIB
    Kuangen sama masjd kelahiran. Bro...
    Banyak-banyak doa ya mas Bro
  • AGUS IRAWAN
    avatar 5916
    AGUS IRAWAN #Sabtu, 29 Mar 2014, 17:56 WIB
    Masjid yg deket JEC itu arah mana dari JEC? mohon petunjuknya pengen gowes
    religi..keliling masjid pathok negoro ...tahiyatul masjid d masing2 masjidnya suwun..
    di baratnya JEC kan ada pertigaan dr jalan raya, yang ada pohon beringinnya ituu, nah ambil jalan di pertigaan itu, ada petunjuk arahnya kok
  • WAHYU
    avatar 7004
    WAHYU #Jum'at, 16 Jan 2015, 15:06 WIB
    Sekedar koreksi untuk meluruskan. Jumlah Kagungan Dalem Masjid Pathok Negara itu hanya berjumlah 4 saja: Masjid Plosokuning, Masjid Mlangi, Masjid Babadan, dan Masjid Dongkelan. Seperti 4 arah mata angin. Ciri khas pada 4 masjid tersebut ialah memiliki Pengageng Pathok Negara (semacam Kyai Penghulu yang diangkat oleh Kraton Yogyakarta dan statusnya adalah abdi dalem). Dahulu para kyai tersebut merupakan anggota hakim dari Mahkamah Al-Mukabiroh atau Peradilan ing Surambi (Pengadilan Serambi) yang bertempat di serambi Kagungan Dalem Masjid Gedhe Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain itu, keempat Masjid Pathok Negara tersebut juga memiliki surat resmi (serat kekancingan) yang dikeluarkan oleh Kraton Yogyakarta. Pathok yang memiliki arti dibisa diubah atau digeser-geser sampai kapanpun. Kemudian untuk foto Masjid Mlangi di atas juga salah. Masjid Pathok Negara Mlangi masih berbentuk joglo dengan kuncung dan simbol Praja Cinha di atasnya. Mustaka pada atap masjidnya juga masih berbentuk gada dan daun kluwih. Matur nuwun. Sugeng rahayu.
    Terima kasih mas Wahyu atas koreksinya. Tapi masjid yang saya temui di Mlangi seperti itu wujudnya.
  • TRIJONO SANTOSO
    avatar 7824
    TRIJONO SANTOSO #Sabtu, 20 Jun 2015, 18:22 WIB
    Pingin coba yg Jl.Imogiri timur v
  • RIJAL AL BABADAN BRAVO
    avatar 9516
    RIJAL AL BABADAN BRAVO #Kamis, 7 Apr 2016, 14:32 WIB
    GALI terus SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM DI JOGJA,,,,,,,,,,,,,
  • YUDHA
    avatar 10312
    YUDHA #Minggu, 6 Nov 2016, 17:46 WIB
    Masjid agung kauman juga muhammadiyah, kak...