Piknik di Sendang Sono, Kenapa Enggak?
Salah satu acara rekreasi peserta Summer School CRCS, di bulan Juli kemarin, adalah kunjungan ke Sendang Sono. Tempat ini merupakan lokasi ziarah umat Katolik yang terletak di perbukitan Menoreh, di Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Untuk mencapai Sendang Sono, rute yang termudah adalah dengan mengikuti Jl. Kalibawang – Muntilan. Kalau dari arah Kalibawang, papan petunjuk menuju Sendang Sono ada di pinggir jalan raya, setelah tanjakan Bendo yang terkenal jahanam itu.

Air dari sendang dialirkan lewat keran-keran.
Sendang Sono ini sendiri pada mulanya adalah sendang (mata air) yang kerap digunakan oleh biksu-biksu yang hendak berziarah ke Candi Borobudur. Nama Sendang Sono sendiri secara harfiah berarti mata air (sendang) dekat pohon angsana (Sono).
Walau aku seorang muslim (di KTP sih gitu), buatku berkunjung ke Sendang Sono bukan hal yang tabu. Sendang Sono sendiri terbuka untuk semua pemeluk agama kok. Jadi, buat apa ragu-ragu berkunjung kesana?
Memang iya sih, disana itu tempatnya umat Katolik beribadah. Tapi tau ndak kalau pemandangan disana menawan mata? Ada sungai, diatasnya ada jembatan, lalu ada tempat untuk duduk-duduk. Elok nian.

Pemandangannya elok nian...

Bilik-bilik kayu cocok buat piknik :D
Itu semua ndak terlepas dari peran pastor Y.B. Mangunwijaya yang menata kawasan ini pada tahun 1970. Jadi heran deh, kalau tempat ziarah bisa dirancang elok seperti ini, semestinya umat Islam juga ndak boleh kalah dunk!
Di Sendang Sono ini juga ada pemakaman, tapi dengan penataan yang elok seperti ini jadi ndak terkesan angker. Disini juga tersedia banyak kamar kecil! Jadi ndak repot kalau mau ngendog. :D
Satu yang kusayangkan adalah di Sendang Sono ini banyak anjing berkeliaran. Walau nggak galak, tapi bagi cukup mengganggu buat mereka yang takut anjing.

Berdoa di depan Goa Maria.
Oke, singkirkan anjingnya, lihat pemandangannya, dan tempat ini cocok sebagai tempat piknik. Bagai oase di tengah perbukitan Menoreh.
Jadi, kapan pembaca piknik kemari? Eh, tapi jangan dink, ntar kalau banyak orang yang kemari, Sendang Sono jadi nggak hening lagi. :p












NIMBRUNG YUK!
trnyata d Kulon Progo msh bnyak tempat yg belum aku kunjungi,,,
*a.n. Warga kalibawang mengucapkan terimakasih atas dimuatnya artikel ini :D
**ono sing kudungan ra wij, sing dolan mrono?
Ya harap makhlum, karna hampir semua warga disana punya anjing, tp
ramah2 kok..
Banyak juga yg bukan orang katolik kesini, dulu waktu kecil banyak yg
kesini buat pacaran, bahkan ada yg pakek jilbab juga.. Mungkin karna
tempatnya emang enak banget, sepi, sejuk..
Oya, ada jalur lain kalo gak mau lewat tanjakan jahanam bendo, gak
jaoh dari sana di depan kantor desa Banjar Oyo ada jalan ke Sendang
Sono juga, namanya Slanden..
Boleh aja kok,
Gua Maria Pohsarang disini juga banyak dikunungi orang berbagai agama,
Saya aja sendiri udah beberapa kali ikut ziarah wali songo [tapi ga ikut doanya]
Ada retribusinya?
kabita pokok'nya ,
pengen kesana... :)