Kusuka Mangunan!

Sebelum saya mulai bercerita, ada baiknya pembaca simak dulu foto di bawah ini. Kalau sekiranya pembaca terpukau, saya ucapkan terima kasih. Namun, jangan buru-buru menerka kalau lokasi foto itu di luar negeri. Foto ini saya ambil di Desa Mangunan, Kec. Dlingo, Kab. Bantul, DI Yogyakarta.

Indonesia masih punya bentang alam yang indah nan elok toh?
Desa Mangunan kerap digunjingkan dalam setiap obrolan dengan para pesepeda. Kabarnya, desa itu menyimpan pemandangan alam yang cantik. Namun tak semua pesepeda berani kesana. Kabarnya, jalan menuju Desa Mangunan penuh tanjakan terjal. Hingga Mangunan dinobatkan menjadi rute sepeda legenda di Jogja.
Desa Mangunan, kalau tak salah pernah kukunjungi di tahun 2007 silam. Waktu itu sih naik motor dan mobil. Jadi, tak terlalu memikirkan masalah medan. Tapi seingatku ya jalan menuju kesana itu jauh dan menanjak.

Dua orang ini kelak di kemudian hari tak pernah lagi menuntun sepeda mereka :D
Panduan menuju Desa Mangunan relatif mudah. Dari kota Jogja, ikuti Jl. Imogiri Barat hingga sampai ke kota kecamatan Imogiri. Nanti sebelum lapangan parkir Pajimatan Imogiri, ada jalan berbelok ke arah kanan. Nah ikuti saja jalan itu sekitar 8 km untuk sampai ke Desa Mangunan. Kalau dihitung, dari kota Jogja ke Desa Mangunan, berjarak sekitar 25 km.
Nah....tantangan terberatnya adalah menaklukkan jalan sepanjang 8 km dari kota kecamatan Imogiri ke Desa Mangunan. Sebab sepanjang 8 km itu menanjak terjal tanpa berhenti. Truk yang lewat sana aja raungan mesinnya keras, tanda pakai gigi 1. Nah, kita...nyepeda kesana pakai dengkul. Ganas tow? :D

Rasanya ueeenaaakk tenan! Maknyus katanya Pak Bondan. Like this kalau kata kami. :D
Warung baru ditemui setelah 5 km nanjak. Tapi sekitar 3 km dari warung tersebut ada sebuah warung tiwul yang patut dikunjungi. Namanya Thiwul Ayu Mbok Sum. Tiwul disini unik, sebab berbentuk bulat dengan parutan kelapa sudah menyatu dengan tiwulnya. Harga per porsinya murah, Rp 3.000 saja dengan ukuran yang lumayan besar.
Kami tak beruntung, sebab hanya dapat 2 bungkus tiwul. Itu karena kami datang agak siang dan tiwulnya sudah laris-manis. Tiwulnya ada yang merah dan putih. Yang merah pakai gula jawa, enak disantap hangat. Yang putih pakai gula pasir, enak disantap dingin. Jadi, kalau ndak mau kehabisan, bisa pesan dulu lewat no. telp 081 931 709 303.

Rute sepeda yang menembus hutan pinus benar-benar terasa mistis
Obyek di Desa Mangunan yang paling terkenal adalah kebun buahnya. Ya, Desa Mangunan memang dikembangkan menjadi desa agrowisata. Dekat kebun buah itu juga tersedia jalur sepeda offroad, lumayan untuk memuaskan nyali bersepeda ekstrim. Oh ya, foto di awal artikel ini aku potret dari kebun buah Mangunan lho.
Obyek kedua yang tak kalah menarik adalah hutan pinus. Ada jalan menuju Desa Terong yang menembus hutan pinus. Pemandangannya benar-benar memanjakan mata. Apalagi kerap terdengar kicauan burung dan gemerisik pohon yang ditiup angin. Serasa bukan di Indonesia saja.

Beberapa obyek eksotis mewajibkan menuntun sepeda di tepi jurang.
Sayangnya, banyak siswa-siswi SMU yang membolos dan menghabiskan waktu di hutan pinus ini. Juga, ada banyak sepeda motor diparkir di pinggir jalan, tanda hutan ini kerap digunakan sebagai tempat memadu kasih. Beh!
Napas kembang-kempis,
Air menipis,
But we like this, :D
Perjuangan yang aku dan beberapa sahabat SPSS tempuh tak sia-sia. Keletihan kami, dibayar lunas oleh serangkaian pemandangan alam yang elok. Mengingatkan kami bahwa Indonesia memiliki potensi tak terkira yang wajib kita jaga.

Di atas tebing, perjuangan yang tak sia-sia. :D
Yah, kalau pembaca ingin kemari, bolehlah naik kendaraan bermotor. Kami kemari bersepeda, semata-mata ingin melakukan perjalanan yang penuh tantangan. Jadi, kapan ada rencana ke Desa Mangunan?












_ALRtb.jpg)










NIMBRUNG YUK!
Foto diatas sendiri keren, ga ada foto HQnya kah ? syukur2 HD atau BR !!
Orang kota jarang masuk hutan ya ? Emang enak lho masuk hutan, naik gunung [hati2 aja kalo ga kuat naik gunung, bisa pingsan ntar !!]
Hmmm... pengen kesana deh, terutama ingin mencicipi tiwulnya.
Semgoa sebelum Ramadhan bisa ke sana, hehe.. :D
Lebih mantap: lewat Piyungan, naik ke Hargodumilah, sampai Kec. Patuk ke kanan. Apa di wikan pernah naik sepeda lewat rute ini, dicoba yach
pak bambang : dulu saya pernah lewat situ, 4tahun lalu, dan ngrasain sunset :D
gtw jalannya...pas mau ke hutan pinus,,eeh kata temen-temenku disana banyak pemalak, bener ga sih itu?
jadi pingin cepet2 kesana...
hmm, sama kekasih lebih romantis nih sepertinya...
apalagi kalau di hutan Pinus :)
matur nuwun...
eemm senang liat blog mu , apik euy :D huehhe
Link : https://www.facebook.com/photo.php?fbid520343764645303&seta.520343734645306.118789.199336216746061&type1&theater