Selamat datang pembaca
di blog saya ini!

Pembaca hendak

Mblusuk


apa, kemana, dan dimana ya

30 Pesepeda Ke Candi Abang!

Srowulan dan Pasar Perjuangan

Srowulan (atau yang juga dikenal dengan nama Sorowulan atau Srowolan) adalah sebuah desa yang terletak di Kel. Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, DI Yogyakarta. Desa ini letaknya di lereng gunung merapi. Dekat dari Jl. Palagan Tentara Pelajar km 15, dan aku baru nyadar kalau dekat pula dengan kebon salak orangtuaku. Weleh.

 

Aku bisa blusukan sampai di desa ini, diawali dari niat mencari rute nyepeda SPSS ke arah utara. Dari beberapa sumber di internet dan juga foto-foto, aku makin dibuat penasaran untuk berkunjung kesana. Ada apa gerangan?

 

Los-los Pasar Srowulan yang kini kosong, sepi dari aktivitas jual-beli kebutuhan warga.
Los-los Pasar Srowulan yang kini kosong, sepi dari aktivitas jual-beli kebutuhan warga.

 

Itu karena frase “Pasar Perjuangan” selalu melekat pada setiap sumber yang mencantumkan nama desa ini. Ya, di desa Srowulan ini memang terdapat sebuah pasar. Lebih tepatnya los-los pasar. Sebab, kini pasar tersebut sudah tidak aktif lagi.

 

Dari beberapa literatur sejarah yang kubaca, pasar erat kaitannya dengan munculnya suatu pemukiman dan bahkan peradaban. Begitu pula dengan Pasar Srowulan ini. Pasar ini dibangun pada tahun 1921 sebagai Pasar Kesultanan. Artinya, pasar ini berada dibawah administrasi Keraton Kesultanan Ngayogyakarta, serupa dengan Pasar Ngasem. Kini, dua pasar tersebut hanya tinggal sejarah saja.

 

Nama Sorowulan berasal dari nama seorang empu wesi, Empu Aji Sorowulan, yang pernah hidup disana.
Nama Sorowulan berasal dari nama seorang empu wesi, Empu Aji Sorowulan, yang pernah hidup disana.

 

Pasar Srowulan dipergunakan juga sebagai tempat berkumpulnya pejuang Jogja saat Agresi Militer Belanda ke-2. Selain itu, Pak Sayuti Melik, sang juru ketik naskah proklamasi pernah menghabiskan masa kecilnya di desa ini.

 

Dekat dengan Pasar Srowulan ada sebuah rumah Joglo yang merupakan bekas Kemantren (kantor mantri), cikal-bakal Kecamatan Pakem. Sulit untuk membayangkan, berpuluh tahun yang lalu, sebuah pasar dan kantor kecamatan berada diantara rimbunnya pohon-pohon salak. Sulit dipercaya, tapi memang benar. Beberapa bangunan tua peninggalan Belanda seperti gereja dan gudang, masih berdiri utuh disekitar Kemantren tersebut.

 

Rumah Joglo ini dahulunya bekas kantor mantri, cikal-bakal Kecamatan Pakem.
Rumah Joglo ini dahulunya bekas kantor mantri, cikal-bakal Kecamatan Pakem.

 

Kini, Desa Srowulan telah disulap menjadi desa wisata budaya. Upacara Merti Desa yang terakhir kali dilangsukan pada tahun 1959 kini diaktifkan kembali. Pada tahun 2008, Sri Sultan Hamengkubuwono X meresmikan panggung budaya di desa Srowulan. Di desa ini juga terdapat rumah makan dan sarana outbond keluarga bernama Banyu Sumilir.

 

eta desa yang informatif di muka desa. Tersedia juga kantor informasi bagi pengunjung.
Peta desa yang informatif di muka desa. Tersedia juga kantor informasi bagi pengunjung.

 

Desa Srowulan kini menjelma menjadi desa wisata, tapi tetap mempertahankan kisah sejarahnya. Jadi, pembaca pernah berkunjung ke desa wisata?

NIMBRUNG YUK!

  • #Senin, 17 Mei 2010, 09:08 WIB
    selama ini kalo ke jogja tahunya cuma malioboro, parangtritis n pantai2 lainnya, keraton, kasongan, kota gedhe, ternyata ada desa wisata juga...^^
    ada banyak lho desa wisatanya, ndak hanya desa wisata Srowulan aja :)
  • #Senin, 17 Mei 2010, 09:28 WIB
    Hebat. Wisata pake sepeda ya bos?
    Iyo Kang
  • #Senin, 17 Mei 2010, 11:09 WIB
    ada yang hilang dari srowulan tapi aku tak tahu itu apa
    yang hilang itu duid sampeyan atau pedagang pasar?
  • IS1TORO
    avatar 2720
    #Senin, 17 Mei 2010, 12:31 WIB
    Melewati desa wisata lereng Merapi selalu membuat kayuhan pedal lebih pelan. Bersih, rindang, aliran air luber sampai ke jalan. Maunya berlama-lama.
    Nah...air yang meluber sampai ke Jalan itu kok saya cari2 ndak nemu ya mas?
  • PEIN
    avatar 2722
    #Senin, 17 Mei 2010, 16:27 WIB
    Ow,
    jauh............
    Artikel candinya kapan ?
    Lagi libur ya............. ?
    artikel candi kayaknya sudah ndak muncul lagi :)
  • #Senin, 17 Mei 2010, 19:42 WIB
    Di pulau Samosir sana, rata2 desanya desa wisata. Ya kadang ramai pengunjung kadang sepi..
    Iya, saya pernah baca di koran Kompas, katanya Danau Toba dikelilingi oleh banyak desa wisata. Namun kunjungan turis (asal Belanda) yang menyurut membuat desa-desa itu pelan-pelan mati karena sepi pengunjung.
  • #Selasa, 18 Mei 2010, 08:14 WIB
    wow...kekayaan peninggalan sejarah di indonesia cukup beragam ya..
    hahaha, jelas lah Kang
  • #Selasa, 18 Mei 2010, 14:36 WIB
    Apik yo, kapan2 pengen mreno Mas.
    sumonggo mas
  • #Selasa, 18 Mei 2010, 20:13 WIB
    wuah mantabjaya
    makanya jangan nglothok terus, ben isa melu Bal...
  • MURWANI
    avatar 2738
    #Rabu, 19 Mei 2010, 10:29 WIB
    wah,daya tariknya di artikel candi je...mutung nih, jadi harus goodbye??
    jangan terlalu banyak berharap di artikel candi Bu
  • #Rabu, 19 Mei 2010, 11:28 WIB
    keren sob!
    makasih udah sharing 0_0
    sama-sama Kang!
  • ITA
    avatar 2902
    #Senin, 28 Juni 2010, 13:28 WIB
    kalau ,au kesana lewatnya mana ya mas???
    aku taunya ugm mas
    dari Monjali ikuti aja jalan rayanya lurus ke utara, di km 15 ada papan petunjuk arah desanya kok
  • CUK
    avatar 3194
    #Selasa, 24 Agustus 2010, 10:42 WIB
    di deket sini ada Situs Cepet Purwobinangun Pakem (Yoni dan Batu candi
    di makam dusun) serta Situs Potro Purwobinangun Pakem (Jaladwara di
    pemandian dusun)
    kapan-kapan kalau selo tak cek Kang, nuwun infonya.
  • KEMPOR
    avatar 4796
    #Selasa, 11 September 2012, 22:06 WIB
    jadi ingat masa kecil
    dari ngepas jalan kaki sama mbah putri kepasar srowolan.
    pulangnya dibeliin gudangan .
    sekarang yang jualan di pasar Srowolan kok sedikit ya? Apa cuma pas hari pasaran saja kah?
  • SROWOLAN
    avatar 4821
    #Minggu, 30 September 2012, 06:17 WIB
    mohon direvisi, tempat kelahiran Bp. Sayuti melik adalah Dusun Kadilobo...selengkapnya di http://pasarperjuangansrowolan.blogspot.com/p/sayuti-melik.html
    trims
    wah, terima kasih revisinya! :D