Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Jum'at, 19 Juni 2009, 07:00 WIB

Etika Berwisata Peninggalan Bersejarah

  1. Jangan buang sampah sembarangan!
  2. Jangan merusak peninggalan bersejarah! Kalau bisa batasi kontak fisik ke benda tersebut!
  3. Baca informasi sejarahnya. Kalau perlu difoto dan dibaca lagi di rumah.
  4. Patuhi peraturan yang berlaku!
  5. Jaga sikap dan sopan-santun!
  6. Jangan hanya foto-foto selfie thok!
  7. Kalau tempat wisatanya sudah ramai, jangan ke sana!

Lebih lanjut, silakan simak artikel ini.

Bukan diriku namanya kalau nggak mencari sensasi, karena di status Facebook-ku di hari Kamis (18/6/2009) tertulis.

 

sedang menunggu tengah malam untuk memotret ... duh ... WC umum!

 

Lha? Apa hubungannya WC umum dengan candi? Kalau Pembaca semua bilang aku kurang-kerjaan, itu aku nggak menyangkal. Tapi kasihlah aku kesempatan untuk menjelaskan awal-mula ekspedisi "candi" ini. #tanda.kutip

 

Semua ini bermula dari komentar salah satu pengunjung blog-ku yang bernama bu Murwani. Setelah diriku bikin orang terkaget-kaget dengan adanya candi di Parangtritis. Bu Murwani gantian bikin kaget aku dan beberapa pengunjung lain soal keberadaan candi di Kota Jogja yang lokasinya dekat Pasar Pathuk!

 

Lha? Itu kan hanya sekitar 800 meter dari rumahku!

 

Merasa nggak mau dibilang kurang pergaulan, dirikupun merapat ke lokasi dengan berbekal petunjuk yang diberikan oleh Bu Murwani. Katanya, nama candinya itu Candi Donotirto.

 

Selamat Datang di WC Umum!

Singkat cerita. Tanpa acara nyasar-nyasar. Sampailah aku di suatu tempat yang... eh?... disebut orang kebanyakan sebagai WC Umum!

 

Yup! Yang disebut Bu Murwani sebagai Candi Donotirto itu adalah WC umum. Bisa dibilang juga sebagai pemandian umum dan juga tempat cuci-cuci umum. Pokoknya segala yang umum-umum yang ada hubungannya sama air lah!

 

Aku yang masih terbengong-bengong itu disapa oleh seorang ibu paruh baya yang bernama Budhe Ira. Nah, dari ngobrol-ngobrol dengan Budhe Ira inilah aku dapat banyak informasi soal Candi Donotirto. Selidik punya selidik, Budhe Ira inilah warga yang bertugas merawat Candi Donotirto.

 

Foto Warga di WC Umum Candi Donotirto
Diriku bersama Budhe Ira.

 

Menurut penuturan Budhe Ira, Candi Donotirto ini candi londo alias candi yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Jadi, Candi Donotirto ini bisa digolongkan sebagai benda cagar budaya lah ya.

 

Budhe Ira sendiri nggak tahu kapan persisnya "candi" ini didirikan. Tapi yang jelas, "candi" ini milik Keraton Yogyakarta dan diserahkan perawatannya pada RW setempat.

 

Untuk menunjang fungsinya sebagai ... WC umum... Candi Donotirto dilengkapi 10 pancuran yang airnya berasal dari Kali Winongo. Kata Budhe Ira, di Kali Winongo sendiri ada tempat pengaturan untuk mengatur derasnya air yang mengalir di 10 pancuran itu. Sepuluh pancuran itu dibagi sama rata. Lima pancuran untuk WC pria dan lima pancuran untuk WC wanita.

 

Ya kali WC-nya nggak dipisah!

 

Foto Pancuran Buang Air di WC Umum Candi Donotirto
Ini tempat untuk buang air kecil. Bayangin sendiri deh gimana cara penggunaannya.

 

Ada Apa Ya di Dalam Candi Donotirto?

Penasaran, aku mecoba masuk ke dalam WC pria Candi Donotirto. YAIKSSS! Ada banyak bapak-bapak telanjang bulat lagi pada mandi!

 

Mampus gue! Mimpi apa aku semalam...

 

Demi menghindari "sensasi" di ruangan pertama, aku ganti melongok ke ruangan kedua. YAIKSSS! Banyak bapak-bapak yang lagi pada jongkok! (Nggak perlu aku jelasin kan mereka sambil jongkok lagi pada ngapain? )

 

Lebih parah.... Mari mundur perlahan....

 


 

Ternyata Pembaca sekalian, ini WC umum nggak ada sekatnya! Jadi orang yang lagi di dalam bisa saling akrab bertegur sapa dalam kondisi yang... ah sudahlah... nggak usah dibahas....

 

Katanya Budhe Ira, zaman dulu lebih parah lagi, karena WC pria dan WC wanita menyatu alias nggak dipisah sama tembok. APAAA!?

 

Selama ini aku pikir Sentō (pemandian umum) cuma ada di Jepang saja. Ternyata di Jogja juga ada toh. Weleh... weleh....

 

Untungnya, selama aku ngobrol-ngobrol sama Budhe Ira itu aku nggak ngelihat ada remaja putri atau wanita yang masuk ke Candi Donotirto. Kalau iya...waaaah...terpuaskan deh aku di sore hari itu. #senyum.nakal

 

Foto Sumbangan Dana Kebersihan Buang Air di WC Umum Candi Donotirto
Sumbang dikit lah buat merawat candi ini.

 

Tapi aku belum puas karena di sore hari itu aku belum sempat memfoto bagian dalam Candi Donotirto. Lha wong kondisi di dalamnya "nggak kondusif" sebagaimana yang aku ceritakan di atas kok!

 

Oh iya. Umumnya bapak-bapak yang memakai Candi Donotirto itu tukang-tukang becak. Lha nanti kalau aku nekat foto, bisa-bisa masuk daftar buronan tukang becak pula! Hadeh!

 

Alhasil, muncullah status Facebook di atas itu. Karena aku yakin, di tengah malam kondisi Candi Donotirto pasti sepi. Jangankan motret di tengah malam, seumur-umur baru kali ini aku motret WC umum!

 

Rekor lah kalau sukses motret di sini, gyahahaha.

 

Ngobrol Ngalor-Ngidul

Balik lagi ke cerita ngobrol ngalor-ngidul sama Budhe Ira. Beliau cerita kalau dirinya tinggal di sana sudah dari tahun 1980-an. Sebelumnya Budhe Ira tinggal di Kretek, Bantul dekat sama Pantai Parangtritis. Dari Bude Ira sendiri aku dapat bermacam cerita seperti.

 

  1. Soal keponakannya dari militer yang dapat istri perawat di rumah sakit tempat ia dirawat.
    Asyik banget masuk rumah sakit! Sudah sakitnya hilang, eh pulangnya nggandeng perawat pula.
  2. Soal rasa kangen beliau kepada anak-anak KKN yang dulu pernah KKN di sana.
    Nggak Budhe saja kali! Aku juga kangen KKN Budhe. hiks...
  3. Soal harapan Pemilu Presiden yang berlangsung damai.
    Hidup Pemilu! Sukseskan demokrasi! Say no to kampanye rusuh!

 

Daripada aku ngoceh lebih ngelantur lagi, aku akhiri saja deh artikel ini. Semisal Pembaca sedang berada di dekat Pasar Pathuk dan mendadak merasa dapat "panggilan alam", aku sarankan untuk merapat ke Candi Donotirto kalau seandainya sudah tidak bisa tertahan lagi, hehehe.

 

Oh iya, lokasi Candi Donotirto ini di Kelurahan Kemetiran Kidul, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

 

Bahaya...

Itu foto di paling atas artikel, kalau siang penuh dengan ibu-ibu yang mandi sambil nyuci lho!


NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • MURWANI
    avatar 754
    MURWANI #Jum'at, 19 Jun 2009, 08:04 WIB
    sudah mblusuk kesana ya....
    berarti benar ya kalau berguna bagi masysrakat bawah.
    jangan kaget mas, dengan kehidupan masyarakat bawah
    and.emang berundak khan ?
    menurutku bukan kurang kerjaan lho....
    kadang kita pinginnya sesuatu yang wah......gimana gitu. tapi dengan njenengan kesana semoga candi ini tidak terlupakan.salut deh....
    Satu potret realita masyarakat kita yang lagi-lagi terlupakan ya Bu? Tapi beruntunglah masyarakat itu masih merawat dan memfungsikan "candi" itu dengan sebaik-baiknya.
  • EKARICI DITTA
    avatar 755
    EKARICI DITTA #Jum'at, 19 Jun 2009, 15:07 WIB
    Huahahaha....Wkwkwkwkwk.....Hihihihi...
    (aq gag tau mau komen apa selain ketawaa aja!)
    Hush! Dit, ketawanya jangan keras-keras, malu sama sebelahmu, hehehe.
  • PEIN
    avatar 758
    PEIN #Jum'at, 19 Jun 2009, 17:35 WIB
    Ini mah cuma WC Umum yang dibentuk model pertirtaan :D
    Lha? Lihat berapa banyak kata WC umum yang saya kasih garis bawah?
  • SUWUNG
    avatar 759
    SUWUNG #Jum'at, 19 Jun 2009, 17:39 WIB
    wakakaka air yang disumbangkan dono tirto
    sungguh tepat namanya
    Sekali-kali kayaknya seru juga mandi disitu :D
  • GANDI WIBOWO
    avatar 760
    GANDI WIBOWO #Jum'at, 19 Jun 2009, 19:21 WIB
    "Bolehlah bangunan ini dikategorikan Benda Cagar Budaya."
    Maksudnya memang sudah jadi cagar budaya? atau cuma pendapat mas doang?

    BTW bisa dianggap penodaan agama gak ya? agama HINDU dan BUDHA merasa terhina gak nih?
    Kayaknya umurnya udah lebih dari 50 tahun deh, info lanjut coba dilihat di

    http://resources.unpad.ac.id/unpad-content/uploads/publikasi_dosen/situs_dan_benda_cagar_budaya_di_purwakarta.pdf

    Wah kalau penodaan itu saya ndak tau, yang jelas asal-mula kata "candi" sebenarnya kan ndak terkait dengan tempat ibadah. CMIIW
  • EKA SITUMORANG-SIR
    avatar 762
    EKA SITUMORANG-SIR #Sabtu, 20 Jun 2009, 15:42 WIB
    Hahahaha ngarep ada cewek juga ya?

    Anw baru tau lho kalo candi ini emang khusus buat WC

    eh FB mu apa?
    add dunk :)
    hohoho, itu bukannya harapan setiap pria yah? Apalagi pria yang masih lajang kayak saya (senyum nakal). Ntar saya add FB-nya deh mbak.
  • MURWANI
    avatar 774
    MURWANI #Senin, 22 Jun 2009, 12:52 WIB
    Membaca arkeologijawa.com pada kolom berita ditemukan candi baru dinamakan Candi liangan di Liangan,purbasari,ngadirejo,temanggung,pada tanggal 5 juni 2009. silahkan cek beritanya.
    Terima kasih bu buat informasinya yah
  • GERRILYAWAN
    avatar 771
    GERRILYAWAN #Senin, 22 Jun 2009, 20:49 WIB
    waduh "candi" ini taunya WC umum?
    pemandian dan WC umum tanpa sekat...wah baru nih. Tapi pemandangannya nggak bagus ya hehehe...

    males ah...
    Itu WC umum emang pakai nama candi mas, mungkin maksudnya biar beken. Tapi lumayan beken diantara warga sekitar dan tukang-tukang becak sih.
  • KULITINTACETAK
    avatar 775
    KULITINTACETAK #Senin, 22 Jun 2009, 21:09 WIB
    Wah enak tenan iso blusukan tekan kono ... Tekan Candi \"WC\" Donotirto ... kok fotonya nggak ada orang toh ... jangan-jangan sudah nggak pernah di pakai .... he..he...he..
    salam kenal
    Bukannya ndak pernah dipakai mas, tapi sengaja difoto pas ndak ada orangnya tengah malem pula, hihihi
  • MASGAGAK
    avatar 783
    MASGAGAK #Selasa, 23 Jun 2009, 19:48 WIB
    udah kehabisan stok candi ya Bung .....
    kok busukan sampe ke WC umum ...
    he he he he ....
    Itu special-request dari bu Murwani mas, he3
  • NUR
    avatar 784
    NUR #Rabu, 24 Jun 2009, 07:07 WIB
    Eh, beneran, gimana cara pipisnya ya kalo WC-nya kaya gitu?!
    kan dah saya bilang Nur, silakan dibayangkan sendiri. Menurutmu gimana? :)
  • MAS STEIN
    avatar 791
    MAS STEIN #Rabu, 24 Jun 2009, 16:28 WIB
    jadi walaupun tempatnya campur tapi sampeyan ndak dapet poto cewe blas? mengecewakan...
    hiks...saya memang pria malang....tidaaaak!
  • GENEVIEVE
    avatar 900
    GENEVIEVE #Rabu, 8 Jul 2009, 09:28 WIB
    hi...
    i remember my grandma went to candi donotirto, and she bring me up there. i saw the condition of poor people who got public facility for shower, cheap and unique experience, i wonder how this place is similiar with japanesse bath. when i was in japan, people did the same, but the public washroom is not merely for poor people but also the rich one, coz they take care of the facility very well.

    i wonder if you know another place like this in indonesia, who knows this is the "one and only" candi for shower in indonesia???
    No, it isn't. Bude Ira also told me a place that share similiar feature as this Candi Donotirto. But I did not really know bout that place. One that I remembered that placed mix men and women in one place, not separate it like Candi Donotirto. But it is good to know that poor peoples has public restroom that free to be used. Coz the public restroom in Jogja are hard to find.
  • EEM
    avatar 1066
    EEM #Selasa, 28 Jul 2009, 00:17 WIB
    He5, gara2 artikelmu, aku jadi sadar kalo nama bakpia patuk ki nama t4è :p. Pasarè ki sisih ngendi? he6.
    Pasar Pathuk itu ada di belakang toko Bakpia Pathuk di pinggir jalan itu Maa. Belum pernah kesana po?
  • WISNU
    avatar 1337
    WISNU #Senin, 7 Sep 2009, 11:34 WIB
    wah, aku belum pernah ke situ. Meski aku pendatang baru di Jogja
    Cobalah kapan-kapan, rasakan sensasinya mandi bersama, hihihi...
  • ARIE
    avatar 1679
    ARIE #Selasa, 3 Nov 2009, 08:33 WIB
    mas,dkt rmh sy (mertoyudan,magelang) tyt jg prnh ada candi.. tp cm bbntk smcm gapura.. n ktny prnh ditrawang org pinter disitu ada kerajaan.. ktny..
    yg sy heran,candi kcl tsb ga direstorasi tp mlh diambil,ga tau kmn..
    mnrt anda,kira2 dbw kmn ya..? trs hrsny situsny diapain ya..?
    bkn apa2 sih.. cm mmprtimbangkan usia magelang yg sgt tua n sgt bykny candi (meski kcl2) di magelang,sy punya dugaan bodho,magelang tu hrsny punya situs kerajaan.. n harusny pemkab bs explore demi nilai tinggi budaya leluhur n kemajuan pariwisata..
    thx.. :)
    Dijual mungkin mbak ke penadah barang antik. Sayang sekali memang. Sebenernya situs kecil itu bisa dijaga asalkan warga merasa memiliki. Situs kan jadi terlantar karena tidak dipedulikan oleh masyarakat sekitarnya. Kalau perihal kerajaan, mungkin ada kerajaan kecil atau desa administratif di Magelang sana. Mengingat disana juga banyak ada candi.
  • RITA
    avatar 4135
    RITA #Jum'at, 12 Ags 2011, 12:04 WIB
    itu gimana cara pake tempat buang air kecilnya ??? :)
    ada air mengucur dan ada lubang, yah... silakan berimproviasasi :D
  • KEBLUSUK
    avatar 11058
    KEBLUSUK #Jum'at, 8 Sep 2017, 13:24 WIB
    Haduhhh kok malah penven nyobain mandi
    disana ya,, biar berasa kaya di jepang gitu tp pas sepi ya
    hehehe, mandinya sama bapak-bapak tukang becak :D