Serangan Sepeda 1 Maret


Nol Kilometer, penuh sesak!
Pak Ngadiran
Di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, para pengunjung dihibur oleh deklamasi puisi dan renungan perjuangan kemerdekaan di panggung yang telah disiapkan oleh panitia. Di kesempatan ini pula aku bertemu dengan salah seorang pengendara sepeda yang unik. Sebetulnya aku sudah sering menyasikan beliau di berbagai event kebudayaan di kota Yogyakarta, tapi baru kali ini aku menyempatkan diri untuk ngobrol dengan beliau. Nama beliau adalah Pak Ngadiran dan bertempat tinggal di utara Monumen Jogja Kembali. Beliau ini sudah hobi bersepeda sejak kecil. Yang unik dari sepeda onthel tua milik beliau adalah sepeda ini dihias sedemikian rupa dengan berbagai ornamen, seperti bendera Sangsaka Merah Putih, kliping koran, boneka, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, kostum yang dipakai beliau, terutama helm motornya juga penuh dengan ornamen-ornamen. Alasan beliau mendekorasi sepedanya sedemikian rupa karena sepeda onthel beliau sudah tua, sehingga harus didandani agar tampak lebih menarik. Wah, kalau ini namanya sih menarik perhatian Pak, hahaha. Dari beliau aku ngobrol ngalor-ngidul tentang sepeda-sepeda jaman dulu hingga pemilu legislatif April mendatang. Satu yang beliau inginkan adalah kembali menyaksikan sepeda berjaya di kota Yogyakarta seperti di masa lampau.
Warga Jogja
Sikap yang nyentrik bukan menandakan orang itu harus dijauhi. Dari Pak Ngadiran misalnya, aku mendapatkan pelajaran berharga tentang hidup. Hal-hal semacam ini yang selalu kucari untuk menambah wawasanku mengenai hidup. Dan salah satu alasan mengapa aku selalu cerewet, ingin ngobrol dengan orang.
Sikap yang nyentrik bukan menandakan orang itu harus dijauhi. Dari Pak Ngadiran misalnya, aku mendapatkan pelajaran berharga tentang hidup. Hal-hal semacam ini yang selalu kucari untuk menambah wawasanku mengenai hidup. Dan salah satu alasan mengapa aku selalu cerewet, ingin ngobrol dengan orang.
Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

Anggota Podjok berkostum tempoe doloe.
(Pssst...ini dosen dan mahasiswi FEB UGM lho)

Makam Jenderal Soedirman

At last, the reunion
Me and Nutfahadi Bagas Indyatmono.
Oh ya, selama mengikuti acara ini aku tidak sendirian karena ditemani oleh teman SMA-ku bernama Bagas, mahasiswa FEB UGM. Rasanya seperti reuni, karena baru sekali ini aku ketemu teman SMA-ku di kota Yogyakarta. Bagas juga hobi naik sepeda, dan mungkin beberapa petualanganku naik sepeda akan bersama dengannya. Jadi, nantikan terus artikel petualanganku ya, karena dengan sepeda aku jadi bisa blusukan kemana-mana. Mari kita budayakan bersepeda, untuk menyehatkan tubuh dan mencegah pemanasan global. Setidaknya, ini langkah konkrit yang bisa kulakukan untuk negeri dan bumi ini.















NIMBRUNG YUK!
1. Jiwa Petualang
2. Jago Fotografi
3. G takut panas & capeek
4. Ad bakat nulis juga
5. Punya sepeda balap..He
cocok tuch jadi wartawan.. Iseng2 berhadiah..
Bisa jd sumber penghasilan & mengembangkan diri jg..
Tertarik?? :)
kalau busak blusuk pakai sepeda,jangan lupa calling saya .sudah lama aku cari komunitas petualanga sperti ini.
mas Wijna,aku tunggu di 0812 1000 9341.matur nuwun.