Maw Mblusuk?

HALO PEMBACA!

Selamat nyasar di blog Maw Mblusuk? !

Di blog ini Pembaca bisa menemukan lokasi-lokasi unik seputar aktivitas blusukan-ku ke sana-sini. Eh, kalau ada kritik, saran, atau pesan bilang-bilang aku yah! Nuwun!

Cari Artikel

LANGGANAN YUK!

Dengan berlangganan, Anda akan senantiasa mendapatkan update artikel terbaru blog ini.


Bisa berlangganan melalui e-mail.

oleh FeedBurner

Atau melalui RSS Feed berikut.
feeds.feedburner.com/mblusuk
Kamis, 4 Desember 2008, 07:59 WIB

Minggu (30/11/2008), dengan kondisi badan yang kurang begitu sehat, aku dibonceng pulang oleh Eka dari kampus FMIPA Utara UGM. Di tengah perjalanan, perutku kembali berbunyi nyaring layaknya ringtone polifonik handphone terbaru. Kondisi badan yang mendadak perlu asupan gizi ini pun memaksa kami untuk meluncur ke sumber makanan terdekat.

 

Foto Eka Krisna Santoso Mahasiswa Matematika UGM, teman bersantap soto banjar kotabaru
Eka, teman wisata perut episode ini.

Aku sih pasrah saja, ke mana Eka hendak  membawaku. Yang jelas, di dalam benak Eka sudah aku jejali tiga kata kunci, soto, sup, dan etnik. Eka pun menafsirkan ketiga kata kunci tersebut sebagai Soto Banjar Kotabaru.

 

Selain Coto Makassar, ini adalah kedua kalinya aku menyantap makanan soto khas pulau seberang (Kalimantan). Aku sendiri nggak tahu apakah soto Banjar khas Kalimantan Selatan ini mampu mengembalikan indra pengecapku yang mati rasa semenjak aku jatuh sakit 3-4 hari yang lalu.

 

Dari lokasinya, warung soto Banjar Kotabaru ini terletak persis di depan asrama mahasiswa Kalimantan Tengah (kok nggak nyambung ya? Nama gedungnya North Window) di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, kota Yogyakarta.

 

Foto Menu Soto Banjar Kotabaru pada November 2008
Menu Soto Banjar Kotabaru.
Ada teh manis, bakwan, kecap, dan sambal.

Pucuk dicinta, soto Banjar pun tiba. Sebelum menyantap soto Banjar untuk membungkam perut yang suaranya makin nyaring, seperti biasa aku melaksanakan ritual bedah soto terlebih dahulu. Apa sih komposisi dari soto Banjar ini?

 

Berbeda dari soto Jawa pada umumnya, kuah soto Banjar terlihat berwarna putih keruh. Kata Eka, bumbunya adalah ketumbar, kemiri, bawang putih dan lain sebagainya. Eka juga bilang kalau di tempat makan lain ada soto Banjar yang kuahnya bening sekali. Wah sepertinya soto Banjar menganut paham semakin putih semakin mantap untuk dinikmati (kayak kulit perempuan saja ).

 

Sayur pelengkap soto Banjar hanya terdiri dari irisan daun bawang serta perkedel kentang dengan ukuran yang sangaaaaaat mini (diameternya kira-kira 1 cm!) dan berjumlah 5 buah.

 

Tapi untung, soto Banjar ini tidak pelit perkara daging. Sebab, masih disajikan suwiran ayam plus irisan telur rebus.

 

Untuk karbohidratnya disajikan dua pilihan, yaitu nasi dan lontong. Aku sendiri memilih lontong sebagai karbohidrat bersantap hari itu.

 

Sebagai pelengkap opsional (bayar kalau makan!) ada tempe goreng dan bakwan. Bakwannya sendiri menurutku sih lebih tepat disebut adonan tepung yang digoreng.

 

Foto Suasana Warung Soto Banjar Kotabaru pada November 2008
Warung Soto Banjar Kotabaru yang sederhana.

Bagaimana rasa soto Banjar ini? Setelah acara motret-motret sekaligus bedah soto selesai, saatnya kita uji kelayakan rasa soto Banjar ini dan ternyata... eng ing eng... aku tidak tahu.

 

Mungkin karena pas waktu itu aku sedang sakit, sehingga kenapa ya rasanya menurutku biasa-biasa saja? Tapi, walau bagaimanapun, aku akui bahwa soto Banjar ini terasa menyegarkan. Aku masih merasa "tanggung" menyantap soto ini. Seperti ada yang kurang. Menyantap dengan tempe goreng dan bakwan pun tidak melengkapi cita rasa yang ditawarkan soto Banjar ini. Yah, barangkali karena efek lidahku mati rasa ya?

 

Sebagai penutup, aku merekomendasikan soto Banjar Kotabaru sebagai alternatif hidangan rakyat dengan harga yang terjangkau. Cuma saja seperti terasa ada yang kurang. Apa ya? Mungkin lain kali kalau aku sudah sehat perlu ke sini lagi.

 

Ah, ya sudah deh. Berikut adalah daftar harga menu di Warung Soto Banjar Kotabaru.

 

Soto Banjar Rp6.000
Tempe Goreng Rp500
Bakwan Rp500
Teh Manis Rp1.000

NIMBRUNG DI SINI

UPS! Anda harus mengaktifkan Javascript untuk bisa mengirim komentar!
  • SAMSUL ARIFIN
    avatar 123
    SAMSUL ARIFIN #Kamis, 4 Des 2008, 14:19 WIB
    aku pernah makan di situ, tepat setelah si eka (yang ada dalam gambar) pendadaran kemarin. enak lho...
    (kok promosi sih)...
    nah makanya jangan komentar sebelum mengicip rasa sotonya...
  • EKA
    avatar 124
    EKA #Kamis, 4 Des 2008, 18:00 WIB
    ada salah..
    perkedel mininya bukan 3, tapi 5...he3x...

    ada pilihan soto lainnya ga?
    aku taunya, soto lamongan...
    eh ada 5 perkedel ya? di fotoku soalnya cuma ada 3 aja...sori2 diralat!
  • WINKY
    avatar 125
    WINKY #Kamis, 4 Des 2008, 20:59 WIB
    Ada ka'...
    Tapi sejauh aku tahu adanya di solo (mungkin di kota lain juga ada,tapi aku g tau)..Cari aja Soto Kwali, jadi sotonya nanti bener2 dimasak di kuali, enggak tau kenapa tapi kalo bener2 soto kuali kok rasanya (menurutku) lebih enak ya..
    apa mungkin karena kamu doyan sesuatu yang berbau dan beraroma tanah ya Win? hehehe
  • ARDHI
    avatar 131
    ARDHI #Rabu, 10 Des 2008, 14:29 WIB
    wah ternyata ada juga penggemar kuliner siang hari. boleh gabung nih...
    lha...emangnya makan-makan mesti malem doang kang? ntar salah suap bisa repot...
  • EEM
    avatar 1072
    EEM #Selasa, 28 Jul 2009, 01:40 WIB
    Soto kwali dpn pasar kuncen
    Wah jauh, tapi bolehlah sekali-kali dijajal kesana.
  • YANG BELIIN KAMU ES DONG2
    avatar 1950
    YANG BELIIN KAMU ES DONG2 #Minggu, 20 Des 2009, 14:41 WIB
    aku tau tempatnya.. dulu pernah nungguin temen yang
    lagi makan disitu, tapi aku belum pernah makan
    disitu, hiks..
    nunggu ditraktir pasti :p
  • TIA
    avatar 1967
    TIA #Selasa, 22 Des 2009, 16:48 WIB
    iya deh :p
    aku yang hobinya doyan gratisan :)
    aku yang kalo komen gak nyambung :)
    aku yang gombal
    aku yang gak konsisten
    aku yang pikirannya liar..

    julukannya gak ada satupun yang keren, hiks!
    beh!
  • EM
    avatar 6249
    EM #Kamis, 10 Jul 2014, 05:48 WIB
    setelah 5 tahun akhirnya ngicipin soto banjar di kota
    asalnya, dan yg paling enak yg deket makam
    suryansyah, bumbunya berasa :D
    Good, yang paling enak memang yang ada di kota asal. Bahan bakunya otentik.